Revolusi Dari Papua

0
248

Artis : Black Brothers
Album : Irian Jaya l
Label : Irama Tara
Format : Kaset
Tahun Rilis : 1976

GeMusik – Pada hari Sabtu, 7 Maret 2015, Kota Jayapura merayakan ultah ke-105. Sebuah ritual biasa sebenarnya. Yang tidak biasa adalah munculnya kelompok musik Black Brothers dalam acara tersebut. Warga setempat tumpah ruah di Taman Imbi, Jayapura, menyambut kedatangan band yang telah meninggalkan kampung halamannya selama 38 tahun. Siapa pula mereka? Bagi generasi milenial, Black Brothers mungkin tak lebih sebuah nama asing yang muncul begitu saja dari perut bumi. Tetapi cobalah tarik ke dalam sejarah perkembangan musik Indonesia, maka akan muncul sebuah legenda dari tanah Papua yang telah melahirkan setidaknya 9 album rekaman.

Begini ceritanya, dulu di penghujung 1974 di Kota Nabire terdapat sebuah band bernama Iriantos. Secara musikal, personilnya merupakan musisi yang terampil memainkan berbagai genre, mulai kroncong, funk, reggae, pop hingga rock. Inilah yang membedakan mereka dengan band seangkatannya dari provinsi lain. Berbekal rasa percaya diri inilah managernya, Andy Ayamiseba, lantas memboyong mereka ke Jakarta. Nama Iriantos pun digantinya jadi Black Brothers. Oya, formasi lengkapnya saat itu adalah Henky Miratoneng Sumanti (gitar/vokal), biasa disingkat Henky MS dan mendapat mandat sebagai komandan. Lalu Benny Betay (bass), Agustinus  Romaropen (gitar),Jochie Pathipeilihiu (keyboard), Amry Kahar (trumpete), Stevie Mambor (drums), ), Sandhy Betay (vokal), Marthy Messet (lead vocal), dan David Rumagesan (saxophone).

Di Jakarta, Black Brothers cepat meraih popularitas karena kemampuanya memainkan musik rock berbalut funk. Tiupan trumpet Amry Kahar menyebabkan musikalitas mereka mirip-mirip Osibisa. Kemiripan sepeti ini dialami juga oleh The Rollies dari Bandung yang kerap dihubung-hubungkan dengan Chicago atau Tower Of Power. Yang pasti, Black Brothers berhasil mengharumkan nama Papua. Nyoo Ben Seng, bos label PT Irama Tara, segera mengontrak mereka untuk rekaman sejumlah album. Debutnya, Irian Jaya l, dirilis pada 1976.

Di studio rekaman, seperti kebanyakan band rock periode ketika itu, kegarangan Black Brothers seolah sirna. Sebagian komposisi lagunya cenderung menjadi  ngepop. Berbeda dengan pemilihan tema lirik yang mengobarkan semangat, harapan atau  kecintaan kepada tanah air. Sebut saja “Persipura” yang didedikasikan kepada kesebelasan sepak bola asal daerah mereka. Lagu ini tergolong pelopor di dunia persepakbolaan.   Memang tidak mudah musisi yang terbiasa meraungkan musik keras tiba-tiba saja harus tampil mellow. Ekspresi sulit dikekang. Pada komposisi “Jayapura Diwaktu Malam”, misalnya, Stevie Mambor seperti kecolongan mengumbar roffel. Begitu juga saat mereinterpretasi lagu daerah “Apuse”.

Salah satu lagu dari album ini, “Kisah Seorang Pramuria”, sempat menjadi polemik berkepanjangan karena sebelumnya sudah pernah direkam oleh The Mercys. Pada album band asal Medan tersebut, tercantum nama Albert Sumlang sebagai pencipta. Sementara pada album Irian Jaya l penciptanya tercantum Henky WS. Keduanya versi ini sama-sama menjadi hit. Henky MS pun angkat bicara.  Dalam berbagai kesempatan ketika itu, ia menyatakan bahwa  lagu “Kisah Seorang Pramuria” ditulisnya sebelum bergabung dengan Black Brothers. Hengky MS meninggal di Belanda pada tanggal 19 April 2006 akibat penyempitan zat kapur di punggungnya. Vokalis sekaligus pimpinan Black Brothers yang bersuara merdu tersebut dimakamkan di Manado pada hari Sabtu 29 April 2006.

Terlepas dari kebenarannya,  tak bisa dinafikan bahwa karya Black Brothers telah ikut membentuk wajah musik Indonesia. Kesuksesannya telah menginspirasi bagi sederet band band Papua lain seperti  Black Papas,Black Sweet,Black Power,Black Family,Coconut Band hingga Air Mood. Sangat masuk akal jika kemudian Now-Again Records  memasukan salah satu lagu mereka, “Saman Doye”, ke dalam album kompilasi  Those Shocking Shaking Days: Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk 1970 – 1978 (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.