Revolusi Mental Kunto AJi di Mantra Mantra

Kunto Aji melepas album anyar yang mengusung isu kesehatan mental, berdasarkan dari pengalaman pribadinya. Pesannya jadi cukup penting dan relevan sebagai self healing di tengah peliknya kehidupan urban.

1
107
Kunto Aji - Mantra Mantra

“Cukupkanlah ikatanmu,
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu…”

Penyanyi Kunto Aji baru saja merilis album baru bertajuk Mantra Mantra. Album yang dirilis secara digital itu memuat sembilan lagu yang mengangkat isu kesehatan mental dari pengalaman pribadi Kunto Aji.

Kunto Aji menjelaskan kalau yang disebut kesehatan mental bukan berarti sekedar orang yang cemas atau depresi hingga bertendensi untuk bunuh diri. Menurutnya, masalah kecil seperti konflik asmara atau percintaan juga bisa termasuk dalam masalah mental kesehatan yang serius.

Untuk penggarapan album ini, Kunto Aji bahkan rela beberapa kali berkonsultasi dengan psikolog dan orang-orang terdekatnya – termasuk istrinya sendiri.

Segala pikiran dan pengalaman pribadinya itu tadi akhirnya dicurahkan secara lugas dalam sembilan lagu di album Mantra Mantra: 

“Sulung”
Kunto Aji mengibaratkan “Sulung” sebagai jembatan menuju lagu-lagu dalam Mantra Mantra. Karena itu lagu tersebut ditempatkan pada urutan pertama di tracklist-nya. Dengan suara mengawang, Kunto Aji bertutur, “Cukupkanlah ikatanmu / Relakanlah yang tak seharusnya untukmu…

“Rancang Rencana”
Kunto Aji menggandeng Ankadiov Subran sebagai produser lagu ini – juga di empat lagu lainnya. Nomor ini bercerita tentang perubahan manusia dalam menemukan jati dirinya yang terbaik. Salah satu lagu terbaik dengan baris lirik yang cukup tegar dan optimis: “Kita siap tuk berlari / Lebih jauh dari ini / Lihat gelasmu, kau habiskan dulu…”

“Pilu Membiru”
Lagi ini bercerita tentang suatu masalah dalam diri yang tidak diselesaikan karena dianggap sepele. Seperti yang pernah dikatakan Kunto Aji, “Inti ‘Pilu Membiru’ itu soal unfinished business. Kadang kita lari dari masalah padahal itu selalu ada di kepala. Unfinished business bisa diartikan sebagai mantan atau apa pun.”

“Topik Semalam”
Ankadiov Subran didaulat menjadi produser lagu ini. Seperti resume dari perbincangan yang serius dan penuh rencana besar dalam sesi pillow talk semalam. Secara tenang dan percaya diri, Kunto Aji akhirnya bilang, “Jika kau bisa bertahan menungguku di sini / Kupastikan engkau bahagia…” Ya, tidak ada yang lebih baik dari itu.

“Rehat”
Ini mungkin lagu yang paling menarik di Mantra Mantra. Pada lagu ini, Kunto Aji memasukkan frekuensi 396Hz yang menurut penelitian mampu mengeluarkan pikiran negatif. Untuk penempatan frekuensi yang disebut juga Solfeggio Frequencies itu, Aji memilih jasa Petra Sihombing – yang sempat mengambil pelajaran skoring film – sebagai produser. Simak instrumentalia yang seperti jadi outro lagu ini sejak menit ke 03:15 hingga akhir. Cukup menenangkan. 

“Jakarta Jakarta”
Petra Sihombing kembali ditunjuk sebagai produser pada lagu di mana Kunto Aji seperti menggambarkan love and hate relationship-nya dengan kota yang ia diami: “Jakarta, Jakarta, dan kenangannya / Berpacu, memburu impianku…”

“Konon Katanya”
Tentu sudah banyak yang kenal lagu ini, sebab “Konon Katanya” sudah dirilis sebagai single sejak bulan November 2017 silam. Anugrah Swastadi terlibat sebagai produser pada lagu yang sudah lama jadi playlist wajib di mana-mana ini. 

“Saudade”
Bam Mastro dari Elephant Kind memproduseri lagu “Saudade” yang terdengar syahdu dan eksperimental, komplit dengan sentuhan elektronik dan irama trip hop. Liriknya terbaca paling puitik sebagai self-healing: “Dikatakan oleh angin yang menghasilkan gelombang / Jadilah besar bestari dan manfaat tuk sekitar / Dikatakan awan hitam sebelum datangnya hujan / Biarlah aku dikutuk dan engkau yang dirayakan…” 

“Bungsu” 
‘Anak terakhir’ dari Mantra Mantra ini memang hanya mengulang apa kata kakak “Sulung”-nya di awal tracklist tadi. Konsep yang baik untuk menyimpulkan sekaligus menutup petualangan revolusi mental pada salah satu jagoan album Indonesia terbaik tahun ini.

Akhirnya, album seperti Mantra Mantra ini semakin penting dan relevan di tengah isu kesehatan mental yang menjangkiti masyarakat. Terutama bagi anak muda yang suka dilanda kecemasan (anxiety) hingga golongan yang self-proclaimed sebagai sadboys atau sadgirls. Hi, emo kids everywhere!

Imbasnya album seperti ini mungkin bisa cukup positif dan menguatkan. A self healing to everyone. Sebab pesannya sudah cukup jelas:

“Yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri…”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.