Rute Darat Wai Rejected di Tanah Borneo

Band indie rock / alt-rock yang baru rilis album perdana ini siap melakoni tur panjang di daratan Kalimantan dengan menempuh perjalanan jalur darat selama 30 hari penuh.

0
48
rute darat wai rejected di tanah borneo
Wai Rejected - Foto dok. WR / demajors.

GeMusik – Setelah mengeluarkan debut album bertajuk Terbitlah Terang, Wai Rejected segera melakukan tur di Pulau Kalimantan. Tur tersebut dimulai dari Samarinda (Kalimantan Timur), Balikpapan (Kalimantan Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Kuching (Malaysia), Sintang, Sanggau, Ngabang, Singkawang dan Pontianak (Kalimantan Barat).

Mereka menamakan tur ini “Terbitlah Terang”, seperti titel albumnya. Mereka tempuh dengan jalur darat dan berlangsung selama 30 hari perjalanan. Dalam rangkaian tour ini Wai Rejected tidak hanya memperdengarkan lagu-lagu di atas panggung, tetapi juga akan melakukan kunjungan ke media-media di setiap kota yang mereka singgahi, terutama ke radio-radio lokal.

Baca Juga: Titik Terang Wai Rejected

Setiap personel Wai Rejected mengungkapkan pemikiran dan harapannya masing-masing tentang tur yang akan dimulai pada tanggal 18 Juli 2018. Pada masa tur ini pula debut album mereka Terbitlah Terang juga akan dirilis secara digital. 

Dengan tur ini aku berharap akan mengenal isi band ini lebih dalam lagi. Dengan tim dan yang pasti dengan personel. Karena akan lebih intens ketemu mereka semua di perjalanan panjang ini. Dan kalo ada ketemu konflik dikarenakan intensitas ketemu tersebut, dan saya harus menyikapinya. Dan itu seru buat saya,” ujar drummer Dhika Rahman.

Harapannya setiap kota yang kami datangi mereka hapal dan bernyanyi bersama pada lagu-lagu di album kami. Dan pengen menambah pengalaman dan belajar tentang musik di kota orang, mungkin dengan tur ini akan lebih menambah referensi kami untuk menghasilkan karya berikutnya,” sambung sang vokalis Doni.

Selain sebagai promo album Terbitlah Terang, tujuan lain mereka yang tidak kalah penting adalah berusaha mengkonsolidasi serta membangun jaringan skena musik di pulau Kalimantan. Agar kedepannya musisi-musisi di Kalimantan bisa lebih solid bergerak bersama di skena musik nasional.

Lebih pengen ngerasain susah payahnya tur mandiri sih. Kalo bahas kesenangan, semua kesenangan rasanya hampir sama. Kalo susah, susah punya rasanya sendiri-sendiri…” ungkap gitaris Theo dengan bijak.

Bisa dibilang aku bukan petualang, mungkin karena tak banyak waktu karena aku dulunya seorang yang harus bangun pagi pergi ke kantor dan pulang pada saat menjelang malam. Setelah pergi dari rutinitas itu sekarang mulai mempunyai banyak waktu dan salah satunya dengan agenda tur Kalimantan menggunakan jalur darat ini bisa dibilang petualangan pertama yang pasti banyak drama…” ungkap pencabik bass Edho.

Tujuan tur ini kami lebih ingin merefresh isi otak kami, yang selama ini dihadapkan dengan rutinitas pekerjaan dan hal intens lainnya. Tur ini liburan, hiburan bagi kami. Tur ini menambah apa yang mungkin kami belum miliki selama ini. Kami ingin keluar dari zona yang biasanya kami lakukan, menghilangkan kebosanan dengan membawa karya kami untuk dapat dinikmati di setiap kotanya…” harap sang gitaris John.

Tur kali ini adalah bagian pertama dari rangkaian tur yang direncanakan akan menyambangi kota-kota negara tetangga seperti Singapura dan Kuala Lumpur. Sebagai bagian terakhir nanti, tur ini akan bergerak ke pulau Jawa dan Bali.

Berikut jadwal tur Terbitlah Terang bagian pertama:

Samarinda (Kaltim) : 18 Juli 2018
Balikpapan (Kaltim) : 22 Juli 2018
Banjarmasin (Kalsel) : 27 Juli 2018
Palangkaraya (Kalteng) : 31 Juli 2018
Kuching (Malaysia) : 05 Agustus 2018
Sintang (Kalbar) : 11 Agustus 2018
Sanggau (Kalbar) : 12 Agustus 2018
Singkawang (Kalbar) : 19 Agustus 2018
Pontianak (Kalbar) : 1 September 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.