Sambut Liukan Jazz di Kaki Gunung Ijen

Pergelaran musik jazz nan lekat tanpa sekat di kaki Gunung Ijen. Menghadirkan Andien, Shadow Puppets feat. Marcell Siahaan, Idang Rasjidi & The Next Generation feat. Mus Mujiono, dan banyak lagi.

2
55
- Advertisement -

GeMusik Jazz Gunung Indonesia kembali menghadirkan pergelaran musik Jazz Gunung Ijen, atau biasa dikenal Ijen Summer Jazz. Di tahun 2018 ini Jazz Gunung Ijen akan terselenggara pada tanggal 22 September di Amfiteater Taman Gandrung Terakota – Jiwa Jawa Resort Ijen, Banyuwangi.

Berbeda dari venue tahun lalu, Amfiteater Taman Gandrung Terakota menawarkan pemandangan dengan latar belakang kawasan persawahan berupa ratusan patung terakota berwujud penari Gandrung yang tersebar di sekitar persawahan berketinggian 600 mdpl dengan kapasitas duduk penonton yang lebih besar.

Baca Juga: Malang Jazz Festival 2018 Siap Usung Konsep Urban

Jazz Gunung Ijen 2018 akan dimeriahkan oleh penyanyi Andien, Shadow Puppets feat. Marcell Siahaan, serta Idang Rasjidi & The Next Generation feat. Mus Mujiono dan Sastrani sebagai penampil utama. Tak hanya itu,  pergelaran akan dibuka oleh penampilan dari Sendratari Meras Gandrungdibawah pimpinan Haidi Bing Slamet yang nantinya akan digelar secara rutin di Amfiteater Taman Gandrung Terakota ini sebagai atraksi bagi penikmat wisata budaya yang berkunjung ke Kaki Gunung Ijen.

Baca Juga: Menuju Taman Bermain Jazz & Fusion

Satu hal yang spesial dari Jazz Gunung Ijen adalah keintiman interaksi antara penampil dengan penonton. Penonton akan terasa lekat tanpa sekat seakan menyaksikan penampilan musik di belakang rumah sendiri. Musisi penampil pun tak sungkan untuk bercerita lebih mendalam tentang latar belakang musiknya. Ditambah lagi duo MC kawakan Alit-Gundhi dan Djaduk Ferianto sebagai pembawa acara semakin mencairkan suasana dingin menjadi lebih hangat dengan penuh gelak tawa.

Sesi press conference Jazz Gunung Ijen 2018 – Foto dok. Jazz Gunung.

Sejatinya pergelaran musik yang Jazz Gunung Ijen diharapkan menjadi salah satu festival yang dapat menjadi daya tarik pariwisata di daerah Banyuwangi.

Persis seperti yang disampaikan oleh Sigit Pramono selaku penggagas Jazz Gunung “Indonesia kaya akan keragaman budaya dan musisi-musisi luar biasa, lantas kami hendak menyajikan salah satu kekayaan Indonesia yaitu budaya Banyuwangi ke tatanan masyarakat yang lebih luas. Begitu pun sebaliknya, banyak musisi-musisi terbaik yang dimiliki negeri ini untuk kami sajikan kepada masyarakat lokal Banyuwangi hingga tercapainya keseimbangan pergelaran musik yang apik bagi semua khalayak.”

Baca Juga: Prambanan Jazz 2018

Jazz Gunung Ijen dipastikan menjadi agenda tahunan kabupaten Banyuwangi yang tidak boleh dilewatkan oleh seluruh penikmat musik jazz di tanah air. Terlebih keunggulan indahnya kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daya tarik pariwisata lokal dimana pegunungan Ijen dengan blue fire di kawah Ijen menjadi pesona yang tidak dapat ditemui ditempat lain.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa pemkab sangat mengapresiasi dan terus mendukung pihak lain yang menggelar event di rangkaian Banyuwangi Festival. Ijen Summer Jazz ini diselenggarakan oleh managemen Jazz Gunung.

“Kami bangga kepada pihak-pihak yang terus berupaya mendatangkan wisatawan ke sini dengan menggelar atraksi yang menarik, seperti bikin event jazz yang keren semacam ini. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik antara pemkab dan pihak swasta akan mempercepat pengembangan dunia pariwisata di Banyuwangi,” ujar Anas.

Para penggagas dan pengisi acara Jazz Gunung Ijen 2018 – Foto dok. Jazz Gunung.

Tiket menonton Jazz Gunung Ijen pada tanggal 22 September 2018 sudah bisa didapatkan dengan harga Rp 375.000 untuk kategori Regular, dan Rp 750.000 untuk kategori Premium (termasuk jamuan makan malam). untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi situs resminya di www.jazzgunung.com. 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.