Sambut TRA: Artificial Home di Malang

Gebyar pameran seni rupa, pertunjukan musik dan aneka aktifitas kreatif di luar ruangan. Digelar selama tujuh hari non-stop di timur kota Malang.

0
50
Otong Shaman X Michelle Ruby - Foto dok. TRA Malang.
- Advertisement -

GeMusik – Sampai juga akhirnya pada big bang dari gelaran TRA di tahun 2018, The Relationship in Art yang mengetengahkan pameran seni yang out of the box di Malang. TRA! merupakan program acara seni di Malang yang diselenggarakan oleh generasi muda dan komunitas-komunitas di Malang yang bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan apresiatif tentang berkesenian.

Dengan prinsip mandiri, self aware untuk ekspresi jiwa berkontinuitas, inklusif dan passionate, TRA mempunyai misi untuk membawa gairah baru dalam ranah seni di Malang. Diharapkan ekosistem seni rupa di Malang akan berkelanjutan dan berkembang, untuk itu Relationship in Art atau hubungan seni diambil sebagai nama yang juga mengandung tujuan untuk jadi jembatan untuk membuka akses di ranah seni rupa baik dalam hubungan pihak TRA dengan seniman profesional, pekerja seni dan audiens.

Setelah menampilkan tema Pangan pada bulan Mei dan Sandang di bulan Juli, kini melalui topik “Artificial Home” , TRA menggelar pameran bertema papan atau hunian di tengah-tengah situs arkeologi yang di atasnya berdiri Museum Panji. TRA “Artificial Home” akan diselenggarakan selama tujuh hari non-stop, pada tanggal 14-20 September 2018, di Museum Panji, Tumpang – Malang.

Artificial Home ini diambil untuk merespon konsep “Rumah” yang semakin materialistis, di sini TRA justru ingin mengangkat konsep bahwa Rumah tidak selalu harus berbentuk secara fisik (berbentuk bangunan) namun bisa dalam bentuk apapun, misalnya sebuah pertemanan atau hubungan antar manusia. Memang pada dasarnya manusia tidak pernah bisa jauh-jauh dari kebutuhan pangan, sandang, dan papan.

Namun kali ini dalam hubungannya dengan “PAPAN”, dengan mengutip ungkapan “Home Is Where The Heart Is” atau rumah adalah di mana tempat hati tinggal, dari filsuf romawi kuno Pliny The Elder, TRA “Artificial Home” ini membuat statemen bahwa rumah adalah lebih dari sekedar bangunan tempat bernaung. “Artificial Home” ingin menyatakan bahwa “tempat bernaung” itu bersifat spiritual yaitu hubungan antar manusia seperti pertemanan yang bersifat “homey” atau seperti rumah.

Museum Panji yang terletak di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang adalah museum edukasi yang berisi koleksi kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia. Adapun koleksi seperti wayang, patung bahkan golek (boneka) yang terkenal di jaman dahulu ada di Museum Panji.  Kebanyakan koleksi adalah replika, namun masih bisa menjadi representasi kebudayaan atau kehidupan nenek moyang kita di Indonesia, khususnya Pulau Jawa jaman dulu kala. Selain Museum, di areal ini juga terdapat kolam renang dengan tingkatan kolam renang anak-anak yang dangkal hingga ukuran orang dewasa. Yang unik di dalam areal Museum Panji juga terdapat fasilitas sewa kuda untuk dinaiki berkeliling areal.

Event TRA nanti sendiri dirancang untuk menjadi paket liburan yang artsy serta music camp – yang berisi rangkaian program meliputi pameran seni rupa, pertunjukan musik, pemutaran film, workshop dan diskusi, yoga bersama, hingga pertunjukan teater.

Dengan rangkaian program tersebut TRA “Artificial Home” yang memang di-plot menjadi acara utama TRA tahun 2018 ini menyediakan sebuah platform pertemuan dan tempat saling berbagi pengetahuan di antara para seniman, penikmat festival musik, musisi, pelaku seni, serta masyarakat umum lintas disiplin dan lintas generasi.

TRA percaya bahwa gagasan-gagasan segar, nakal dan cerdas bermula dari budaya kumpul bersama yang rileks spontan dan alamiah. TRA juga menawarkan paket camping selama tujuh hari bagi pengunjung yang ingin menikmati event pameran dan festival di tengah-tengah Lembah Tumpang yang sejuk.

Pada program musik, TRA “Artificial Home” akan menampilkan sederet musisi-musisi pilihan yang inspiratif dan eksentrik. Sesi diskusi dan workshop juga mengundang praktisi dan berbagai organisasi/komunitas yang aktif bergerak menyebarkan pengetahuannya kepada publik seperti seniman, kreator dan inisiator untuk berbagi pengalaman di bidang kerja masing-masing. Program Film siap memutarkan karya video, film pendek dan film panjang untuk menambah kemeriahan suasana festival ini.

Seniman-seniman yang terlibat dalam TRA “Artificial Home” tahun ini antara lain Arief Fitriawan, Astu Prasidya dan Novan Tri, Bobby Nugroho, Diaz Prabu, Hendung Tunggal Djati, Isa Ansory,  Kus Teguh Prasetyo, Masari Arifin, Pandu Wijaya, Sigit Purnomo, Yoga Mahendra, Yosa Batu, Agapetus Kristiandana, Anon Anindito, Bambang Girindra, Bonita Margareth, Danu Ranuhandoko, Joko Sulistiono, Leny Ratnasari, Norman Hendrasah, Ponco Widianto, Popok Tri Wahyudi, Syalabi, Ugo Untoro, dan Yuli Rinawati. ditambah dengan sekitar 30 nama musisi penampil yang yang bergantian tampil sepanjang tujuh hari acara ini.

Untuk informasi dan detil susunan acara sila cek melalui Instagram dan situs resmi TRA Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.