Sampul Album Penggoyang Lidah

Beberapa sampul album musik ini akan menguji kesabaran dan nafsu anda ketika menjalankan ibadah puasa. Karena gambarnya mampu menggetarkan perut-perut yang sedang berdendang.

0
51

GeMusik – Bulan puasa adalah bulan penuh berkah, juga bulan penuh cobaan. Terlebih ketika di hari-hari akhir seperti ini. Kita harus belajar membiasakan diri untuk melawan segala godaan dan nafsu geliat perut yang kerap menjadi-jadi. Dahaga dan lapar yang biasanya bisa diatasi dalam waktu sekejap kini harus menunggu adzan Magrib tiba.

Entah mengapa di bulan puasa, selalu ada saja kawan-kawan yang menguji pendirian kita dengan berbagai cara. Salah satunya yang paling sering terjadi adalah mengunggah berbagai macam menu makanan atau minuman lewat jejaring media sosial. Sabar, ini hanya cobaan.

Akhirnya saya memutuskan untuk jarang membuka media sosial di saat jam-jam puasa demi menghindari ‘ujian’ dadakan seperti itu. Memilih untuk mengkonsumsi apapun, selain makanan dan minuman, yang ada di depan mata. Album-album musik, misalnya.

Ternyata, ‘ujian’ itu datangnya bisa dari mana saja. Termasuk dari sampul album musik. Ya, beberapa artwork sampul album ternyata tak kalah dahsyat dalam menguji dan menggoyang lidah pendengarnya. Mulai dari menampilkan sajian buah, es krim, kue tart, dan lain sebagainya.

Semua itu banyak menjadi ‘santapan’ pembuka di berbagai album musik. Jika di media sosial godaan itu bisa kita tutup seketika, tapi cobaan menahan nafsu dari gambar sampul album ini memang lebih berat.

Berikut adalah gambar sampul album yang dapat menggoyang lidah anda atau bisa dijadikan sumber referensi untuk menjadi menu santapan saat berbuka nanti bersama keluarga, kekasih atau kawan-kawan.

Guns N’ Roses – “The Spaghetti Incident?”

Album kelima yang dirilis pada tahun 1993 ini tampak seperti album senang-senang. Berisikan materi-materi lagu cover pilihan para personil Guns N’ Roses – ketika masih bersama gitaris Izzy Stradlin – yang konon dilakukan di tengah proses penggarapan album ganda Use Your Illusion. Sampai pada akhirnya Gilby Clarke masuk menggantikan Izzy dan berkontribusi menambahkan beberapa materi, serta merekam ulang beberapa part gitar yang sebelumnya diisi oleh Izzy.

Kepada Rolling Stone, Slash pernah mengatakan, jika semua ini – membawakan ulang materi band lain – bermula dari spontanitas para personil Guns N’ Roses sebagai cara “… untuk mengurangi tekanan [saat] penggarapan Illusion.”

Pada sesi jamming itulah Slash dkk membawakan lagu-lagu milik band-band seperti The Stooges, The Misfits, Fear, U.K Subs, dan lainnya.

Konon, pemilihan judul album bermula dari cerita jenaka kesaksian pencabik bass McKagan di persidangan atas gugatan mantan drummer Guns N’ Roses, Steven Adler, kepada Axl Rose dkk yang dituduh menyebabkan dirinya terjumus dalam konsumsi obat-obatan terlarang.

McKagan bersaksi, “Saat itu Steven memang mengkonsumsi banyak kokain dan menyimpannya dalam kulkas dengan memberikan sebutan barang simpanannya itu ‘Spaghetti’.”

Setelah memberi kesaksian itu tiba-tiba pengacara dari pihak Steven berdiri dan mengatakan, “Mr. McKagan, tell us about the spaghetti incident?!…

Pernyataan pengacara itulah yang membuat McKagan tertawa.

Blind Melon – Soup

Sekitar delapan minggu sebelum sang vokalis, Shannon Hoons, meninggal karena overdosis, Blind Melon merilis album kedua yang dikasih judul Soup pada 15 Agustus 1995. Siapa sangka album yang hampir diisi oleh seputar tema yang kelam dan gelap dengan balutan musik alternatif rock nan ceria itu dibungkus oleh gambar sampul yang bisa menggoyang lidah.

Dalam sampul itu tampak seorang pria berjanggut yang sedang menyantap sup makaroni dengan taburan huruf Blind Melon. Pria itu bernama Andy Wallace, sang produser album Soup dan album-album rock terbaik lainnya.

Chuck Berry – One Dozen Berrys / Chuck Berry Is On Top

Nah, jika banyak yang berkata berbukalah dengan yang manis. Maka menu dalam sampul dua album milik legenda rock n’ roll, Chuck Berry, ini bisa menjadi pilihan.

Siapkan bahannya utamanya dulu seperti di album One Dozen Berrys, kemudian eksekusi hingga menjadi sempurna seperti pada sampul Chuck Berry Is On Top.

Sembari memutar albumnya juga boleh, supaya manisnya semakin terasa pas. Setelah berhasil, semakin lengkap jika menikmatinya dengan aksi duck walk sambil meneriakkan bait, “Go Johnny, go go Johnny B. Goode…”

The Velvet Underground – The Velvet Underground & Nico

Rasanya mustahil berbicara sampul album dengan gambar makanan tanpa menyertakan album dengan gambar sampul paling hype di kalangan anak muda ini. Ya, album itu adalah milik band The Velvet Underground & Nico dengan gambar pisang karya seniman Andy Warhol.

Meskipun sejatinya menimbulkan banyak kontroversi karena dianggap bermuatan seksualitas, pisang tetaplah pisang, yang jika diolah bagaimanapun tetap terasa nikmat. Pisang bakar, pisang goreng, keripik pisang, jus pisang, selai pisang, atau tinggal kupas saja lalu makan. Hap!

Barefood – Milkbox

Siapapun yang sebelumnya tidak menyukai susu, melihat cara wanita dalam gambar sampul album milik band alternatif rock asal Jakarta, Barefood, itu menenggak susu pasti langsung tergiur. Tampak begitu menyegarkan sama seperti sembilan lagu yang ditawarkan lewat Milkbox. Buktinya bisa dilihat dari banyaknya Sobat Barefood yang menirukan atau membuat plesetan gambar tersebut.

Much – Halfway Through

Meski bukan foto asli, tapi gambar kue tart (atau pai?) berbentuk lingkaran yang terpotong seperempat bagian di album Halfway Through milik grup indie rock asal kota Malang, Much, bisa membuat pendengarnya berkeinginan memajukan ulang tahun dari jadwal yang seharusnya.

Blur – The Magic Whip

Pada bulan Mei 2013, grup alternatif rock asal Inggris, Blur, dijadwalkan tampil di Tokyo Rock Music Festival. Namun, tiba-tiba konser itu dibatalkan. Akibatnya Damon Albarn, Graham Coxon, Alex James dan Dave Rowntree terdampar di Hong Kong. Dalam masa ‘terdampar’ yang cukup singkat itu, Blur menyewa salah satu studio kecil di sana dan mulai merekam materi untuk cikal bakal album kedelapan bertajuk The Magic Whip – yang setahun setelahnya digarap lagi di London, kemudian resmi dirilis pada tahun 2015.

Hubungan Blur dengan Hongkong ternyata berdampak pada artwork sampul album The Magic Whip. Di situ, Blur yang bekerja sama dengan Tony Hung – yang juga membuat video lirik “Go Out” – menyisipkan gambar es krim yang terbuat dari lampu neon beserta tulisan dari bahasa Tiongkok yang secara harfiah berarti Blur (bagian kiri atas) dan Magic Whip (bagian kanan bawah).

Hung mengatakan jika gambar itu memrepresentasikan segala tema yang terkandung dalam album The Magic Whip. Meski awalnya band menginginkan sebuah gambar yang berkonsep: “A sweet, daytime, English, summer product found in pastel shades, evoking visions of blue skies and green parks…”

Toh, Blur akhirnya sepakat dengan ide yang ditampilkan Tony Hung pada gambar itu; mulai kesan kehidupan malam, melankolis, hingga penggunaan teks China yang bisa berdampak pada popularitas album. Setelah dirasa mantap, artwork itu dibawa ke London untuk sesi pengambilan gambar oleh fotografer, Nick Wilson.

Meski hanya sekedar lampu neon, gambar es krim dalam sampul The Magic Whip mampu membuat bayangan es krim berputar-putar di atas kepala. Apalagi di tengah cuaca terik di bulan puasa. Sabar ini hanya godaan, dan itu hanya lampu neon. Ha!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.