Samskrta – “Tabun”

Unit musik asal Malang ini mengumbar single yang sarat akan instrumentasi panjang nan repetitif, serta secuplik spoken words.

0
48

GeMusik – “Tabun” sarat akan instrumentasi yang kuat dan panjang, digeber dengan repetisi. Lalu ditimpa baris lirik yang disenandungkan, juga kalimat-kalimat yang diutarakan ala spoken words.

Menyimak “Tabun” lekat-lekat agak mengingatkan saya pada vibe yang juga disodorkan oleh Pandai Besi, atau Efek Rumah Kaca di era Sinestesia. Musiknya selirih itu, tidak terlalu banyak gegap gempita.

Single ini, katanya, menceritakan tentang seseorang yang membayangkan ketika dirinya menjadi asap yang mengepul, bebas ke manapun, tetapi tak punya tujuan, tak dianggap dan akhirnya hilang.

Komposisi lagu ini memang diusung dengan tempo yang sangat lambat – dengan motif supaya pendengar ikut terhanyut dan merayakan kesedihan yang mereka sampaikan.

“Tabun” yang direkam di Srawung Record Studio ini konon sudah sering mereka mainkan di atas panggung. Saya sempat menyaksikan performa mereka untuk pertama kalinya di TRA: Artificial Home, tempo hari. Live act-nya cukup intens dan syahdu juga. 

Band yang mengaku terinspirasi oleh Red House Painters, Codeine, dan Art of Fighting kabarnya sedang merampungkan materi untuk debut albumnya. Band yang menarik, langkah mereka patut dicermati. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.