SATCF – Retorika

Retorika yang rancak dan mampu dinikmati dalam kondisi apapun.

1
339

Artist : SATCF

Album : Retorika

Label : Self Released, 2017

Ketika pertama kali melihat sampul album terbaru SATCF (Snickers and The Chicken Fighter) bertajuk Retorika, desain sampulnya cukup mampu memantik perhatian atau setidaknya akan menyulut pertanyaan bagi orang yang belum mengenal nama mereka. Bukan perkara bentuk packaging, melainkan karena komposisi warna yang cukup variatif mewarnai kolase gambar pada sampulnya.

Gambar sampul yang dibentuk dari kumpulan foto-foto yang kemudian ditempel dengan teknik kolase dengan kombinasi warna yang terkesan bertabrakan itu seakan menegaskan jika Retorika berisi sekumpulan pemuda yang atas nama musik ingin mewarnai hidupnya dengan cara mereka masing-masing tanpa perlu aturan yang kaku dan demi kehidupan yang penuh kebebasan. Isyarat tersebut sudah bisa dilihat dari bagaimana penempatan lirik pada bagian dalam sampul Retorika yang dibuat tidak berurutan dengan desain layaknya tempelan-tempelan kertas berisi lirik yang seperti ditempelkan pada dinding begitu saja.

Mungkin bagi sebagian orang yang baru pertama kali mendengarkan SATCF melalui album Retorika akan sedikit bingung mengkategorikan warna musik yang diusung oleh band asal kota Malang ini.

Melahap Retorika memang sama halnya seperti menyantap sajian menu gado-gado dengan banyak varian buah hingga sayuran di dalamnya. Bedanya, jika membeli gado-gado kalian bisa memilih jenis buah atau sayuran sesuai keinginan dan kemudian dibedakan hanya dengan warna karet supaya tidak tertukar. Namun tidak demikian dengan album terbaru SATCF ini, semuanya sudah siap saji dengan berbagai warna musik di dalamnya dan terbungkus rapi dalam rupa CD dalam tajuk Retorika.

Album ini dibuka dengan gagah oleh lagu berjudul “Retorika”, di mana aroma musiknya juga akan terasa pada nomor berjudul “Luka”, “Mesin Waktu”, dan “You”. SATCF juga terdengar makin menyenangkan ketika bereksplorasi dengan hentakan musik ska dan reggae pada “Around In 20 Days”, “Best I Ever Had”, atau “Make Me Wanna”. Bahkan SATCF bisa nampak lebih muda dan bertenaga ketika bermain-main dengan warna musik mereka sesungguhnya yakni melodic punk yang mendominasi album Retorika.

Melalui Retorika, SATCF tidak hanya berbicara mengenai cara untuk bersenang-senang dan mempertahankan jiwa mudanya. Mereka juga menyisipkan sebuah petuah pada lagu “Nama Dalam Doa” yang bertutur mengenai pentingnya berbakti pada orang yang telah melahirkan kita ke dunia.

Jika diperhatikan dengan detil bunyi instrumen drum hingga isian gitar, pendengar akan menjumpai SATCF yang berimprovisasi dengan elemen-elemen musik – mulai dari emo, hardcore, hingga sedikit jazz yang tercecer di beberapa bagian materi. Lagu lama berjudul “Pulang” dibawakan ulang dalam format akustik menjadi sajian penutup album yang begitu hangat ini.

Melalui album terbarunya, SATCF membuktikan jika mereka masih mampu menciptakan materi-materi lagu yang menyenangkan. Juga memiliki cukup tenaga untuk merangsek ke telinga para pemuda berbagai lini dan lintas generasi sekalipun.

Mungkin akan sedikit sulit menentukan tempat untuk Retorika ke jajaran rak koleksi jika kalian termasuk orang yang menata rapi rilisan fisiknya berdasarkan kategori jenis musik. Atau menentukan pada suasana seperti apa album Retorika ini dirasa tepat untuk diputar.

Sepertinya SATCF memang sengaja menyiapkan Retorika sebagai album musik yang mampu dinikmati dalam kondisi apapun, kapanpun, di manapun, bagaimanapun, atau dengan siapapun. Jika benar demikian, maka SATCF berhasil dengan rencana tersebut.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.