Suatu hari nanti, kamu bakal jadi orang yang keren…”

Begitu kata Anita Miller sembari memegang pundak dan menatap mata adik kandungnya, William Miller. Ia kemudian memeluk adiknya yang masih bocah itu erat-erat.

Lihat di bawah ranjangmu…” bisik Anita di telinga William. “Itu semua yang bakal membebaskanmu…”

Hari itu tampaknya siang yang terik. Tepat ketika Anita memutuskan untuk minggat atau kabur dari rumah bersama pasangannya. Diiringi latar lagu “America” milik Simon & Garfunkel, sang ibu dan adik hanya bisa diam termenung menatap kepergian Anita.

Baca Juga: Song of The Week: Bad Wolves – Zombie (The Cranberries cover)

Dia akan kembali…” ucap sang ibu dalam raut wajah yang kurang yakin. “Mungkin tidak dalam waktu yang dekat.”

Sesuai saran kakaknya, William kembali ke kamar dan melongok ke bawah ranjangnya. Di situ tergeletak tas koper tua. Dia seret keluar dan membuka tas koper yang tampak berat itu. Isinya adalah koleksi piringan hitam milik kakaknya. Hampir semuanya adalah album-album klasik – mulai dari Pet Sounds (The Beach Boys), Get Yer Ya-Ya’s Out! (The Rolling Stones), II (Led Zeppelin), Axis: Bold As Love (Jimi Hendrix), Wheels of Fire (Cream), Blue (Joni Mitchell), hingga Blonde on Blonde (Bob Dylan).

Baca Juga: Menguak Misteri Di Balik Empat Simbol Led Zeppelin

Sampai kemudian mata William tertahan pada satu piringan hitam yang paling menarik perhatiannya. Dia keluarkan rekaman itu. Menatap sampulnya lekat-lekat. Saat membuka sleeve sampulnya, William menemukan secarik kertas di dalamnya. Sepertinya tulisan Anita, kakaknya tadi.

“Listen to ‘Tommy’ with a candle burning and you will see your entire future.”

Begitu kalimat yang tertulis pada secarik kertas tersebut.

William yang masih bocah serta sama sekali tidak memahami musik itu tentu bingung dan penasaran. Seketika itu dia meletakkan plat tersebut pada pemutarnya, memadamkan lampu kamar, menyalakan sebatang lilin, lalu menyimak serius musik yang berputar di hadapannya.

Mengalun lagu instrumental “Spark” dari album Tommy milik The Who. Wajah William mendadak sumringah, dan mungkin jiwanya mulai terguncang.

Sejak itu, konon hidup William Miller tidak pernah sama lagi.

Kisah di atas merupakan salah satu adegan paling menarik dari film Almost Famous garapan sutradara Cameron Crowe. Film itu bercerita soal petualangan (bakal) jurnalis musik William Miller. Sangat direkomendasikan untuk ditonton, berulang kali!

Narasi ini saya tulis untuk merayakan album Tommy milik The Who yang hari ini berulang tahun yang ke-49. Album ganda berformat rock opera itu pertama kali dirilis oleh label rekaman Decca/MCA pada tanggal 23 Mei 1969. Ada banyak kisah di balik Tommy bisa anda temui di mana-mana. Saya sarankan baca tulisan di situs Ultimate Classic Rock ini.

Tentu ini hari yang baik untuk memutar sealbum Tommy, bukan?!

Mungkin sebaiknya Tommy diputar sendirian dalam kondisi gelap ditemani nyala sebatang lilin, seperti nasehat Anita Miller tadi. Siapa tahu masa depan anda juga berubah…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.