sebuah lagu
Illustrasi oleh Team Kreatif GeMusik

GeMusik – Coba katakan, bagaimana sebuah lagu bisa mempengaruhi seseorang, relatif !. Seperti sebuah foto, bukan hanya gambar yang terekam. Tapi memori, kenangan, orang2 dan cerita dibalik gambar yang melatari pengabadiannya, akan hadir setiap kita menatap dan menikmati foto itu.

Buat papa, mama, om, tante-tante sekarang, mendengarkan lagu Guns n roses, Lionel Richie, Jamiroquai, Chrisye atau lagu Mansyur S atau  Ebiet G Ade, itu akan menyeret mereka kembali kemasa remaja, masa sekolah dan era gaul. Teringat lagi dengan segala kisah cinta, konflik, kenakalan, pengalaman dan nostalgia bersama kenangan pada masa itu. Apalagi kecenderungan kita untuk mengikuti dan mencintai lagu-lagu, biasanya pada jaman SMP, SMA atau kuliah. Setelah itu mulai lupa akan musik karena kesibukan kerja atau rumah tangga. Kokeksi kaset pun entah pada kemana. Jadi jleb banget kalo tiba-tiba sekarang mendengar lagu-lagu lama itu. Pengaruhnya wasalam, bisa CLBK atau minimal garuk-garuk ubin.

Kalo lagu baru misalnya Bruno Mars, Tulus dan One Direction. Kita tergelitik untuk menikmati notasi, keindahan, lirik, warna musik dan mengaitkan lagu itu dg cerita serta perasaan yg sedang kita jalani saat ini. Mungkin pada saat menyenandungkan liriknya, kita sedang mengakses memori dan moment. Tapi pada saat terdengar utuh musik dan lirik, perasaan kita terwakili dan tersuarakan ke sekitar, who you are & how do you feel? Memang tidak semua lagu bisa menempati sesuatu dalam hati, tapi buat teman-teman yang sedang tumbuh dan memang sedang jamannya lagu-lagu kini itu adalah segalanya. Mengisi dan merekam cerita hari-hari, untuk menjadi berarti pada suatu hari.

Seorang om disebelah berkomentar, enakan lagu-lagu dulu daripada yg sekarang. Ya memang, lagu dulu telah memuat memori dan kenangan buat dia. Lagu sekarang paling dinikmati pas ajeb ajeb.. Lagu “Indonesia Raya” pun buat kita hanya mengingatkan pada upacara bendera. Beda kalo yang mendengar seorang pejuang kemerdekaan, bisa nangis dia. Makanya untuk moment penting misal penyerahan medali juara atau demo-demo menuntut perubahan. Mendengar lagu kebangsaan itu perlu, untuk mengisi memori dan mising link pengalaman. Hingga membuatnya menggugah dan berarti.

Si om menanggapi lain. Kok nulis kaya ginian, soal lagu, kenangan, kenapa ga bikin sesuatu yg relevan buat kondisi sekarang? Lebih kontekstual dan kekinian kan?
Wah, buat saya ini relevan banget dengan situasi sekarang. Sekian lama saya menyerap keadaan, sampai kemaren saya tiba pada satu titik, untuk melakukan sesuatu yg akan memberi kontribusi terhadap keadaan yg melingkupi diri, masyarakat & lingkungan kita.

Tadinya saya mau bikin satu konser musik yg akan membawa perubahan baik buat bangsa ini ke depannya. Bersama satu dan beberapa orang teman, kami rencana membuat konser reuni untuk melebur polarisasi, merekat kutub perpecahan yg telah semakin menggila ini. Semua element yg dibutuhkan untuk menyelenggarakan konser itu mulai artis, investor, konsep, akses perijinan & keamanan, sarana dan prasarana yg dibutuhkan untuk mewujudkannya, semua telah didapatkan dan sepakat.. Deal !.

Tapi realita berkata lain, satu restu dari yang kuasa tidak kami dapatkan. Mimpi kami terhenti. Semua energi dan usaha yg sekian lama terfokus, kini tidak menemukan sasarannya lagi. Buntu ! Lalu melayang, terpencar kesegala arah. Kilas balik, ber-intropeksi.. memungut remah2nya setelah beberapa hari.. menjadi tulisan ini..

Sangat relevan dan kekinian sekali om.. bagaimana sebuah lagu, sangat bisa membangkitkan atau memadamkan seseorang.

Terlalu manis.. untuk dilupakan. Kenangan yang indah bersamamu.. tinggalah mimpiiii… (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.