Selepas tur di AS, AK//47 Lepaskan Album Baru

Usai melakoni tur keliling Amerika Serikat, AK//47 akhirnya resmi merilis album ketiga bertajuk Loncati Pagar Berduri.

0
20
AK//47 - Foto oleh Rifqi Fadlurrahman.

GeMusik – Unit grindcore asal Semarang, AK//47, resmi merilis album ketiga bertajuk Loncati Pagar Berduri. Di situ terdapat 13 komposisi grindcore dengan topik distopia dan aneka dekadensi akal sehat dalam masyarakat modern.  

“Di album terbaru ini adalah respon terhadap kejadian-kejadian di Bumi Nusantara; Kaum LGBT ditangkap, tempat ibadah diserang, komoditas hoax di media sosial serta isu rasisme dalam kepentingan politik. Itu adalah sebagian dari adaptasi kemarahan yang afdol dalam musik grindcore kami,” ujar Garna Raditya, vokalis dan gitaris AK//47.

Hal itu seiring dengan isu imigran, chauvinisme, fasisme, homophobia yang termaktub dalam lagu-lagu yang seluruhnya memakai Bahasa Indonesia. Judulnya sendiri cukup sangar, seperti “Bebas Berkelamin”, “Menggugat Manusia!”, “Grinkor Petir!, “Ayat untuk Menyayat”,“Kepada Bunga yang Masih Tumbuh di Beton”, “Botol, Bensin dan Mawar Untukmu” dan lainnya.

Album ini dikemas dalam kemarahan gerinda punk yang beringas dan progresif yang dirilis oleh Lawless Jakarta Records (CD) dan Disaster Records (kaset). Musically, tak lepas dari pengaruh nuansa grindcore ’90-an seperti Discordance Axis dan 324, yang dibalut intensitas hardcore ala Disrupt dan Totalitar.

Garna Raditya mengerjakan album ini Bersama Novelino Adam (bas, vokal) dan Yogi Ario (drum). Mereka merampungkan proses rekaman di Girez Studio, Semarang.

Setelah merilis album kedua Verba Volant, Scripta Manent (2016) yang masuk dalam daftar 20 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia, Garna pindah ke Amerika Serikat (AS) sebagai imigran dan melanjutkan karir musiknya di Oakland, California.

Ide menggerakkan kembali AK//47 mulai dilakukan pada September 2017 dengan bergabungnya Damian Talmadge (VIOLENT OPPOSITION, ex-LACK OFINTEREST ) pada bas dan drummer Mark Miller (ex-ANISOPTERA) sebagai personel tambahan. Hal ini guna melangsungkan tur di AS agar tidak terhalang urusan imigrasi dan tiket penerbangan. Praktis, AK//47 memiliki chapter di AS yang disebut-sebut sebagai band grindcore Indonesia yang melangsungkan tur terpanjang di AS. 

Dengan segala upaya, AK//47 mewujudkannya pada turnya yang pertama, 20 April-1 Juni 2018 silam. Berlangsung di West Coast dengan total 23 kota di negara bagian California, Washington, Oregon, Utah, Idaho dan Montana. Belum lama ini AK//47 merampungkan tur kedua, mulai dari negara bagian Oregon, Idaho, Utah, Colorado, Kansas, Missiouri,Maryland, New York, Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Minnesota,North Dakota, Montana, Washington, dan California. 

Tur tersebut dilakoni bersama unit grind/powerviolence, VIOLENT OPPOSITION (Oakland, CA), dengan mengitari AS di 21 kota dari West Coast ke East Coast pada 16 Oktober-17 November 2018 dan mengakhiri tur nya di San Fransisco, CA. Selama delapan kota pertama, tur berlangsung bersama grup grindcore legendaris ANTIGAMA asal Polandia, ROTTENNESS (Meksiko), serta beberapa pertunjukan dengan COGNIZANT (Dallas,Texas).

Adapun setelah merilis video musik bertajuk “Lempar Petasan kePodium” pada bulan Juli 2018 lalu, AK//47 juga sedang mengerjakan video dokumenter dari perjalanan tur 45 pertunjukan pada 41 kota di AS tersebut.

“Dokumenter ini sebagai selebrasi 20 tahun AK//47 di tahun 2019, sekaligus upaya mengarsipkan awal perjalanan kami hingga saat ini,” terang Garna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.