Siapa Bilang Gerombolan ‘Si Berat’ Hanya Ada Di Bandung?!

Mengunjungi tanah di mana heavy metal juga berkumandang keras. Mulai dari Semarang, Surabaya, Malang, hingga ke Pulau Dewata.

0
218

Tahun 2018 memang sudah berjalan, tetapi rangkuman daftar terbaik yang lahir dari sepanjang tahun 2017 masih saja seru untuk ditelaah. Semisal, daftar album musik terbaik.

Baru-baru ini salah satu media musik membuat daftar 10 Album Terbaik Indonesia 2017 versi mereka. Memang tidak ada yang salah dari semua pilihannya. Toh, daftar seperti itu memang dibuat berdasarkan subjektifitas tim redaksinya.

Akan tetapi, ada satu hal yang agak mengusik perhatian. Yakni penasbihan yang terlalu berlebihan ketika mereka memilih album dari salah satu band heavy metal / psikedelik rock pendatang baru asal kota Bandung.

Tunggu dulu. Ini bukan karena ketidaksetujuan album tersebut masuk dalam list bikinan mereka. Tapi karena kata-kata pada kalimat pertama yang berbunyi, “Kita tahu bahwa band-band lokal terbaik yang membawakan musik ala Black Sabbath semuanya ada di Bandung.”

Uhm, sebentar…

Benarkah band-band lokal terbaik yang membawakan musik ala Black Sabbath semuanya hanya ada di Bandung?!

Rasanya tidak.

Tahun 2017 memang menjadi tahun tersubur bagi gaung heavy metal Indonesia. Buktinya bisa dilihat dari musik-musik seperti heavy rock, stoner, doom, dan psikedelik rock yang kian tumbuh bermekaran pada berbagai kota, di seluruh penjuru Indonesia.

Tanah heavy metal di Indonesia dewasa ini semakin padat akibat mulai banyak bermunculan gerombolan si berat yang mengusung zat memabukkan dengan kadar berbagai tingkatan. Bahkan jika mau menelusuri lebih cermat dan dalam, hampir pada setiap kota di seluruh penjuru Indonesia memiliki perwakilannya di wilayah suci nan keramat atas nama heavy metal ini.

Tidak percaya?! Oke, berikut kami beberkan para gerombolan si berat yang tersebar dari kota Semarang, Surabaya, Malang, hingga menyeberang ke Pulau Dewata.

Gagak Rimang Stoned
Lahir di kota Semarang sekitar tahun 2010. Gagak Rimang Stoned terbang dengan gagah pada tahun 2014 dengan membawa muatan rock berat beroktan tinggi yang dikemas dalam wujud mini album berjudul Andrenalin. Delapan tahun terbang di atas tanah heavy metal rasanya sudah cukup bagi empat gagak muda ini untuk mulai menemukan gaya ‘cengkraman’ mereka sendiri.

Dengarkan: https://soundcloud.com/gagakrimangstoned/sets/demo-single

BVAS
Bayangkan ada makhluk menyerupai kelelawar berbadan manusia kekar dengan suara gahar tiba-tiba datang tepat di sebelah telinga kalian. Bukan! Tampilannya tidak seelegan tokoh heroik bernama Batman. Justru lebih menakutkan. Mereka bahkan tak segan memporak-porandakan kehidupan kalian yang tadinya tenang-tenang saja. Mereka adalah BVAS yang lahir di Surabaya sekitar lima tahun silam dan baru-baru ini menuturkan kemurkaannya lewat mini album bertajuk Muara Murka.

Dengarkan: https://soundcloud.com/bvastoned/muara-murka

My Mother Is Hero
Memutar panel overdrive dan menguranginya hingga lima tingkat, menambah angka pada panel distorsi, dan juga setelan bass di angka paling besar. My Mother Is Hero berubah haluan ke musik rock yang tadinya nakal menjadi lebih berat dan menakutkan. Hasilnya, mereka langsung menyetubuhi musik heavy metal yang begitu kental dengan distorsi beratnya. Harapannya cuma satu, semoga ini menjadi jawaban final dari petualangan musik mereka. Karena lewat album Midst, komplotan asal Surabaya ini sudah memiliki modal yang cukup meyakinkan.

Dengarkan: https://soundcloud.com/mmihofficial/guidded-democracy

Hawk
Hawk hanya dipiloti oleh dua personil saja; Adit Yanuar (gitar, vokal) dan Hengki ‘Sipenk’ Arisando (drum). Namun, dengan formasi minimal itu nyatanya tidak membuat musik mereka mengenal kata ampun. Lepas landas dari Surabaya, Hawk membawa muatan kebengisan doom dan berisiknya heavy metal. Duo ini siap membawa terbang pendengarnya, dan turut berpetualang menuju luar angkasa yang penuh misteri.

Dengarkan: https://soundcloud.com/hawkstoner/hawk-arch-enemy

Strider
Lima pemuda ini bisa dikatakan menjadi pembuka gerbang stoner rock di kota Malang yang sudah lama tertutup. Mereka adalah Strider yang di awal tahun 2017 mengenalkan diri lewat album Defishit Moral. Di tahun yang sama Strider juga meluncurkan singel baru mereka dalam rupa kaset pita yang dikasih tajuk Tuan Mojo. Isinya ada dua materi lagu yang direkam secara live. Meski dari sisi visual Strider tampak jinak, namun tidak demikian dengan corak musik hingga penampilannya di atas panggung.

Dengarkan: https://striderheavy.bandcamp.com/album/defishit-moral

Berbisa
Jika dilihat dari formasi personilnya, Berbisa bisa dibilang saudara kembar dari Strider. Namun dengan porsi agresifitas musik yang agak sedikit berbeda. Mulai dari Kyuss, Fu Manchu hingga Alice In Chains kabarnya menjadi referensi utama yang banyak meracuni musikalitas Berbisa. Di penghujung 2017 kemarin, pasukan rock purba ini baru saja melahirkan debut mini album melalui label Tarung Records.

Dengarkan: https://soundcloud.com/orkesberbisa/berbisa-asap

Noose
Selain Strider dan Berbisa, kota Malang juga memiliki amunisi lain yang masih bersembunyi di kubangan tanah heavy metal. Mereka adalah Noose. Kabarnya dalam waktu dekat mereka akan siap menyambar telinga dan mengacaukan arena moshpit dengan meluncurkan sebuah album.

Dengarkan: https://soundcloud.com/noose-msr/surreal-way-of-paradise

Rollfast
Dibentuk tahun 2011, band ini sudah meyakinkan jika musik heavy metal telah berada di tangan yang tepat. Rollfast adalah lima pemuda asal Pulau Dewata yang sejak tahun 2015 sudah memperkenalkan diri lewat debut album Lanes Oil, Dream Is Pry.

Untuk ukuran band pendatang baru, pencapaian yang sudah Rollfast rengkuh tak bisa dianggap sepele. Mulai dari jangkauan tur hingga ke Jepang, sampai mampu menyabet penghargaan Best Metal Performance yang diberikan oleh festival musik cadas ternama Hammersonic Awards pada tahun 2017 kemarin. Singel paling anyarnya yang berjudul “Off! The Twisted” juga membuktikan kalau Rolfast masih bisa jauh lebih berkembang dan berbahaya. Memang itu yang dibutuhkan oleh band-band baru sekarang. Tak pernah berhenti bereksplorasi!

Dengarkan: https://soundcloud.com/disaster-records/off-the-twisted

Jangar
Kuartet asal Pulau Dewata, Jangar, datang dengan pengaruh kegarangan musik heavy rock dan kebengisan irama doom. Termasuk juga sikap punk rock yang dipresentasikan lewat gaya vokal yang sedari dulu sudah akrab dengan corak scene musik di Bali. Lirik yang bernas dan topik yang tergolong berat memang sudah seharusnya diutarakan selantang itu.

Dengarkan: https://jangar.bandcamp.com/

Color Theory
Musik Color Theory sudah bisa ditebak sedari lagu pertama digeber. Isian gitar yang rapat, modulasi ala musik rock dengan kadar memabukkan yang tinggi dan bercorak bluesy. Melalui Four Horsemen, unit psikedelik rock asal Bali ini sudah cukup bisa disejajarkan dengan dua kolega sedaerahnya, Rollfast dan Jangar.

Dengarkan: https://www.youtube.com/watch?v=D4WjzZQ_w4A

Ini baru sebagian. Mungkin masih banyak yang luput dari radar. Akhir kata, semoga Black Sabbath merestui langkah mereka semua. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.