Slayer Umumkan Tur Pamungkas dan Sinyal Perpisahan

Kabar berat ini muncul tiba-tiba melalui video yang diunggah Slayer, semalam. Metalhead sedunia langsung panik.

0
100
personil slayer
Slayer 2018 - Foto Dok. Treble Zine.

GeMusik News – Semalam (22/01), mendadak muncul kabar yang sangat mengagetkan dari jagad musik metal internasional. Syahdan, Slayer mengumumkan rencana untuk melakoni tur terakhir pada tahun 2018 – sekaligus jadi momen pamitan mereka yang memutuskan untuk menghentikan karir musiknya.

Kabar tersebut mendadak muncul langsung dari video yang diunggah secara tiba-tiba oleh Slayer. Video yang sudah tersebar luas di berbagai platform media sosial itu berisi rangkuman perjalanan karir Slayer, kliping media dan poster, serta beragam live footage Slayer dari era awal sampai yang terbaru.

Sinyal rehatnya Slayer memang sempat beredar ketika Tom Araya (vokal/bass) beberapa kali menyatakan ingin berhenti tur dan pensiun bermusik. Apalagi, Tom Araya sempat mengalami masalah kesehatan pada punggungnya dan pernah membatalkan show gara-gara penyakitnya tersebut.

Dalam wawancaranya dengan Loudwire dua tahun lalu, Tom Araya mengungkapkan, “At 35 years, it’s time to collect my pension. [tertawa] This is a career move… I’m grateful that we’ve been around for 35 years; that’s a really long time. So, yeah, to me, it is. Because when we started off, everything was great, because you’re young and invincible. And then there came a time where I became a family man, and I had a tough time flying back and forth. And now, at this stage, at the level we’re at now, I can do that; I can fly home when I want to, on days off, and spend some time with my family, which is something I wasn’t able to do when [my kids] were growing up. Now they’re both older and mature. So now I take advantage of that… Yeah, it just gets harder and harder to come back out on the road. 35 years is a long time.”

Namun, gagasan pensiun itu selalu tertunda akibat ketatnya jadwal rekaman album mereka. Menurut Kerry King (gitar), sosok paling enerjik dan produktif di Slayer, mereka bahkan masih memiliki stok sekitar delapan lagu yang belum terpakai dari materi rekaman album terakhir, Repentless (2015). Jadi, masih ada kemungkinan bagi Slayer untuk merilis album baru – sekaligus terakhir – pada periode tahun 2018 ini.

“…I’m gonna be working, hopefully in Slayer. Yeah, dude. What else am I gonna do? I came out of high school and fucking went on tour,” kata Kerry King sembari terbahak kepada EMP Rock Invasion, tahun 2016 silam.

Sementara ini, untuk jadwal dan lokasi tur komplit ke seluruh dunia itu masih digodok oleh manajemen Slayer dan bakal diumumkan lebih detil kemudian. Jadwal yang sudah dibocorkan adalah tur musim panas Slayer bersama Lamb of God, Anthrax, Behemoth, dan Testament di dataran Amerika Utara.

Tentu saja sangat besar harapan para metalhead di Indonesia yang menginginkan Slayer bisa mampir dan manggung di tanah air. Ini mungkin kesempatan terakhir, sebab Slayer memang belum pernah konser di Indonesia dan selalu menjadi opsi teratas bagi setiap penggemar musik cadas di negeri ini. Semoga.

Baca Juga : Video of The Week: The Time Anthrax’s Scott Ian Got Arrested With Metallica’s Clifff Burton

Slayer merupakan salah satu band metal terbesar dan paling influential di muka bumi. Tom Araya dkk sudah eksis sejak tahun 1981 dan tidak pernah sekalipun menurunkan tempo musiknya. Sepanjang 37 tahun, Slayer sudah merilis sejumlah album dan manggung di berbagai pelosok dunia. Hingga hari ini, Slayer telah menginspirasi banyak band dan metalhead di seluruh dunia. Status legendaris tentu sangat layak disematkan pada Tom Araya dkk atas apa yang sudah dicapai dan ditularkan Slayer sepanjang 37 tahun ini. (*)

Slayer is life!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here