Sleep – The Sciences

Kembalinya sang raja dari penjelajahannya selama bertahun-tahun membuahkan kebengisan yang berlipat ganda. Tahta doom metal pun kembali ke tangan mereka.

0
96
- Advertisement -

GeMusik – Setelah menempuh perjalanan panjang, lambat, dan menegangkan namun menginspirasi pada opus berjudul Dopesmoker, Al Cisneros (bass,vokal) dan Matt Pike (gitar) secara mengejutkan kembali.

Menariknya, kedatangan Sleep kali ini – bersama penggebuk drum Neurosis, Jason Roeder – justru bukan dari padang pasir yang gersang, melainkan dari planet lain yang mereka beri nama, uhm, Planet Iommia?

Tak ada lagi hamparan padang pasir, jubah menakutkan maupun onta. Perjalanan yang mereka tempuh hampir dua dekade silam itu tampaknya membukakan jalan Sleep untuk menjelajahi luar angkasa.

Jika anda memiliki album Dopesmoker versi kaset yang dirilis ulang pada tahun 2016 oleh label rekaman Hellas Records di Indonesia, maka coba perhatikan artwork cover-nya dengan seksama. Pada bagian depan tampak segerombolan orang bertudung aneh yang sedang melakukan perjalanan di bawah terik matahari pada hamparan padang pasir luas yang dipantau dari galaksi berbeda. Lalu gerombolan itu menghilang begitu saja ketika langit sudah mulai gelap (lihat di balik kovernya!) bak menarik Al Cisneros dkk ke dimensi lain selama bertahun-tahun lamanya.

Sampai kemudian, Sleep secara mengejutkan kembali lewat The Sciences yang baru dirilis bertepatan dengan hari perayaan para petualang asap, 4/20.

Lagu pembuka berjudul “The Sciences” ibarat sebuah gerbang masuk kembalinya Sleep setelah menghilang selama hampir lima belas tahun – sejak perilisan ulang Dopesmoker bersama Southern Lord Records – yang dibuka dengan bunyi-bunyian aneh mencekam. Itu seakan menunjukkan ada sesuatu yang besar dan segera menghujam telinga pendengarnya.

Tak butuh waktu lama untuk menunggu hal besar itu datang. Karena sejak Matt Pike membuka permainan gitar yang dilakukan repetitif dengan karakter distorsi pekatnya, raungan vokal mengintimidasi khas Al Cisneros masuk menyanyikan lirik lagu “Marijuanaut’s Theme”. Pendegar pun dibuat mengangguk pelan menyambut datangnya sang pemilik kekuatan maha dahsyat.

Perjalanan panjang itu tampaknya mengubah Sleep menjadi band yang lebih menakutkan dari sebelumnya. Mulai dari isian gitar, cabikan bass, dan gebukan drum berjalan rapat hampir tak bercelah. Itu semua seolah semacam penegasan: Jika hanya ada satu cara untuk menyelesaikan album ini, yakni mendengarkannya semua hingga usai. Tanpa sisa!

Sonic Titan” menjadi lagu ketiga yang sudah pernah dimuat versi live-nya pada album Sleep sebelumnya. Namun, dibanding versi live-nya, “Sonic Titan” di album baru ini tentu saja lebih menantang. Mulai dari cengkeraman dan geramannya yang lebih menohok telinga, plus balutan distorsi kotor juga setelan bass yang longgar. Enerji Sleep semakin tak terbatas untuk memompa anggukan kepala pendengarnya supaya bergerak lebih maksimal.

Ampun tak berlaku bagi album ini. Hentakan-hentakan di tiga lagu pembuka itu terus menghujam bertubi-tubi ke indera pendengar. Termasuk juga pada lagu terpanjang pada album The Sciences, “Antarcticans Thawed”. Sampai pada akhirnya Sleep membuat celah nan besar di bagian pembuka lagu “Giza Butler”, sebelum kemudian memasuki area kegelapan pada pertengahan lagu tersebut.

The Sciences mencapai klimaks lewat lagu penutup berjudul “The Botanist” yang menggiring pendengarnya – dengan cara tak diprediksi setelah sepanjang perjalanan sengit dihujani enerji total super bengis. Lagu penutup yang manis dan megah. Sajian yang begitu sempurna dari salah satu band yang paling dirindukan.

Kepergian Sleep selama bertahun-tahun sungguh telah dibayar lunas. Meski ratusan band sejenis telah lahir pasca menghilangnya Sleep dari permukaan bumi. Tak ada yang berubah. Kini mereka telah kembali dan tetap mendapat kesetiaan dari para weedians yang secara sukarela akan langsung mengosongkan tahta bagi Sleep untuk berkuasa di belantara doom metal. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.