Song of The Week: Umar Haen – Di Jogja Kita Belajar

Kami menemukan lagu 'mahasiswa' khas anak muda yang bagus dan layak anda dengarkan - sekalipun anda baru semester awal ataupun nyaris drop-out. Selain itu, kami juga memutar lagu-lagu milik Manumanasa, The Talkboy, dan Hot New Camp. Juga Metallica spesial untuk presiden.

0
73

Dengan lugas Umar Haen membongkar mitos-mitos tentang kehidupan mahasiswa di Yogyakarta. Menjadi kombinasi antara gairah perayaan masa muda dan usaha menjaga kewarasan lewat isu-isu kemanusiaan.

Lagu ini konon dibikin Umar Haen demi menghidupi mazhab populer yang bilang bahwa anak muda musti menghabiskan waktunya untuk tiga hal: buku, pesta, dan cinta.

“Saya percaya bahwa pengalaman dan pelajaran itu bentuknya nggak cuma presentasi powerpoint, esai berlembar-lembar, atau tanda tangan persetujuan dari dosen. Saya dan teman-teman justru belajar banyak dari tongkrongan, obrolan malam-malam, dan eksperimen langsung,” jelas Umar Haen yang menghabiskan masa kuliahnya selama tujuh tahun, dan ia tampaknya cukup bahagia serta baik-baik saja.

 

Lagu-lagu pilihan dari redaksi GeMusik:

Manumanasa – Mind Tricker  

Unit female-fronted asal Tangerang ini sigap mencomot kedalaman nuansa stoner rock, doom, hingga desert rock. Singel ini bakal disukai penggemar Sleep, Kyuss, atau Suri.

 

The Talkboy – Fragrance  

Pada singel anyar ini, Bagas Yudhiswa mulai mencoba masuk ke era musik yang lebih modern. Seperti pop yang dibalut ketat oleh suara synthesizer yang mengawang, lengkap dengan kualitas rekaman yang lebih terang.

Hot New Camp – Suatu Saat Nanti

Trio pop punk asal kota Malang ini mengemas singel anyar yang berkisah soal perpisahan serta asa untuk bertemu kembali, di kemudian hari.

Metallica – The Thing That Should Not Be

Hanya sekedar ingin mengingatkan Bapak Jokowi kalau kemarin beliau terlalu mahal menebus deluxe boxset album Master of Puppets dari KPK. Sampai 11 juta?! Pasarannya ‘hanya’  $ 151,98 USD kalau di Amazon atau sekitar 3 jutaan di Ebay. Uhm, memang sih ada tandatangan Lars Ulrich dan disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Denmark. Oke, tidak ada yang terlalu mahal untuk sebuah album yang bagus, apalagi bagi kantong seorang presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here