Invasi DeadSquad dan Burgerkill ke Eropa Telah Dimulai!

Kedua band cadas terbaik Indonesia itu sudah mulai melakoni laga tandang ke Eropa. Turut serta juga dalam tur ini adalah unit deah/grind kugiran, Insanity.

0
64
Foto dok. Supermusic Invasion.

GeMusik – Dua band cadas terbaik di tanah air, DeadSquad dan Burgerkill, sudah berada di benua Eropa untuk melakoni tur mereka. Keduanya sedang berlaga dengan jadwal yang berbeda saat menginvasi enam negara di sana – yakni Austria, Jerman, Swiss, Belanda, Belgia, dan Prancis.

Sebelum keberangkatan DeadSquad dan Burgerkill, konferensi pers telah digelar di Panhead, Jakarta Selatan, tempo hari. Dipandu oleh MC Eddi Brokoli, hadir juga Adjie Aditya Purwaka selaku perwakilan dari SUPERMUSIC, Vicky dan Ebenz dari Burgerkill, serta Stevi Item dan Daniel dari DeadSquad.

Di sana Adjie Aditya sempat menjelaskan bahwa SUPERMUSIC memilih kedua band itu sebagai perwakilan Super Invasion tahun ini lantaran kesamaan visi dan misi, yakni untuk mengenalkan musik Indonesia ke luar negeri.

“Lewat program Super Invasion, kami ingin menunjukan dukungan kuat dan mendorong musisi Indonesia untuk memperluas eksistensi mereka ke mancanegara. SUPERMUSIC telah konsisten mendukung pergerakan musisi dan industri musik Indonesia setelah sebelumnya mendukung band The Hydrant, The SIGIT, Mooner dan Kelompok Penerbang Roket menginvasi benua Australia dan Amerika pada tahun 2016 dan 2017,” ujar Adjie.

“Di tahun ini SUPERMUSIC berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dengan Deadsquad dan Burgerkill pada program Super Invasion 2018. Apalagi kita tahu bahwa kedua band ini memiliki prestasi yang hebat di dalam negeri!” imbuhnya.

Bagi DeadSquad, ini adalah kali pertama mereka menyambangi Eropa. Untuk itu, Stevi dkk telah menyiapkan segala sesuatunya secara khusus. Mereka bahkan sengaja bikin desain khusus merchandise bertemakan budaya Indonesia untuk publik Eropa.

Foto dok. DeadSquad.

“Poin penting Super Invasion ini adalah experience yang akan kami dapatkan dengan manggung di depan publik metal Eropa. Karena memang kalau dibayangkan nanti kami akan pindah-pindah kota, beberapa negara dalam satu hari atau bahkan dalam beberapa jam. Kami berharap publik metal di Eropa recognize bahwa ada DeadSquad, band metal asal Indonesia dengan kualitas dan karakter yang kami miliki,” terang Stevi.

Burgerkill juga melakukan persiapan yang tak kalah banyak. Bahkan sang vokalis, Vicky Mono, telah menjalani program diet dan olahraga untuk menjaga vokal dan stamina.   

Burgerkill telahh sampai di Belanda – Foto oleh Gogeng / FB BK.

“Publik Eropa sekarang ini sedikit-sedikit mulai menerima dan lebih tahu tentang musik ekstrim dari Indonesia. Lewat Burgerkill dan juga DeadSquad di Super Invasion ini kami berharap jadi pembuka gerbang buat yang lain. Next time akan lebih banyak band metal Indonesia yang bisa ke sana,” terang Vicky.

Kejutan lainnya, kedua band ini juga berencana untuk tampil bareng dan berkolaborasi dalam panggung di Amsterdam, Belanda, 25 Oktober 2018.

“Nanti kami akan tampil di Lighthouse dengan lagu-lagu pilihan yang sekiranya cocok dibawakan di Belanda. Kami akan tetap berusaha total karena memang nggak pernah tahu nanti akan seperti apa penontonnya. Reaksinya akan seperti apa, pokoknya kami maksimalkan sebaik-baiknya,” ucap Stevi.

Tidak hanya itu. Dalam tur Eropa kali ini, turut bergabung juga Insanity, unit death/grind veteran asal Bandung. Mereka juga ikut menginvasi beberapa kota di Eropa dan tampil bareng dua band koleganya tadi pada jadwal-jadwal tertentu.

Untuk informasi dan jadwal lengkap terkait tur ini sila cek melalui akun media sosial DeadSquad dan Burgerkill, atau langsung kunjungi situs invasion.supermusic.id. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.