That’s Entertainment: Mixtape Pilihan Rob Sheffield

Sebuah playlist yang diambil dari salah satu bab dan periode terindah dalam buku Love Is A Mix Tape karya Rob Sheffield. Berisi kumpulan lagu favorit dari pasangan muda yang tergila-gila dengan Pavement – serta suka mendengarkan Nirvana, Yo La Tengo, Teenage Fanclub, sampai Sonic Youth.   

0
91

“Aku ingin bertemu dengan anjing kita,” ujar Renee, suatu malam.

“Tapi kita tidak punya anjing,” jawab Rob.

“Karena itulah aku ingin ketemu dia.”

“Aku tidak suka anjing.”

“Kamu bakal menyukai anjing.”

“Aku dulu tumbuh bersama anjing kok.”

Yappy little northern things. Tunggu sampai kamu ketemu Duane.”

“Aku benci anjing.”

“Anjing itu nanti akan kita namakan Duane Allman. Seekor anjing dari daerah selatan. Dia akan tidur di bawah sinar matahari sepanjang hari. He’s gonna be a ramblin’ man.

“Duane Allman tidak bermain pada [lagu] ‘Ramblin’ Man’. Itu adalah Dickey Betts.”

You’re such a boy.

*****

Beberapa pekan terakhir, saya sedang rajin membaca buku Love Is A Mix Tape karya Rob Sheffield. Ini sebenarnya untuk kedua kalinya, jadi saya tidak musti membacanya lagi secara urut dari halaman awal sampai akhir. Kadang saya hanya perlu membaca satu bab saja, secara acak, di kala senggang. Otomatis, buku ini selalu ada di dalam tas ransel saya selama hampir sebulan terakhir. Mungkin bertahan sampai di hari-hari ke depan.

Love Is A Mix Tape: Life and Loss, One Song at A Time merupakan memoar otobiografis yang ditulis Rob Sheffield. Berkisah tentang awal mula pertemuannya dengan Renee, lalu mereka saling jatuh hati dan menikah. Hingga tiba-tiba Renee meninggal dunia secara mendadak akibat penyakit pulmonary embolism pada tahun 1997, hanya berselang lima tahun setelah mereka menikah.

Sepanjang Rob dan Renee bersama, musik menjadi bagian penting – kalau tidak mau disebut yang utama – dalam kehidupan singkat mereka. Mulai dari bagaimana musik membuat pasangan itu bertemu dan menikah, lalu bagaimana pasangan itu berbagi cinta dan kasih sayang lewat musik, hingga bagaimana musik mampu menyelamatkan Rob dari keterpurukan ditinggal mati sang kekasih. Setiap bab dari buku ini dipenuhi catatan musik, lagu, dan mixtape yang disusun oleh Rob untuk mengenang kebersamaan mereka semasa hidup.

Jangan ragukan pilihan musik Rob dan Renee. Apalagi, keduanya adalah sama-sama berprofesi sebagai penulis musik dan penyiar paruh waktu di stasiun radio lokal. Oya, nama Rob Sheffield mungkin kita kenal sebagai salah satu jurnalis musik beken yang bekerja untuk Rolling Stone. Tulisannya juga tersebar di berbagai media seperti The Village Voice, Spin, Blender, Slate, dan banyak lagi. Ia juga menulis buku berjudul Talking To Girls About Duran Duran, Turn Around Bright Eyes, On Bowie, dan Dreaming The Beatles.

Ya, bagian paling menarik dari buku ini adalah kumpulan lagu atau mixtape yang tersebar di setiap bab. Itu sebenarnya tujuan saya beberapa kali membaca buku ini. Hanya untuk mengamati lagu-lagu yang dipilih pasangan Rob dan Renee – serta memahami kisah personal mereka di balik lagu-lagu tersebut.

Ternyata banyak lagu dan musisi pilihan mereka yang saya tidak pernah tahu. Ini menarik. Total ada ratusan lagu yang menjadi soundtrack kehidupan pasangan muda itu. Saya bahkan sampai harus mencari playlist-nya dan mendengarkan satu-persatu melalui layanan Spotify dan YouTube.

Kali ini, saya coba beberkan lagu-lagu apa saja yang termuat dalam salah satu serial mixtape pasangan muda itu, sebagaimana yang disusun Rob pada bab berjudul That’s Entertainment (July 1991), halaman 87 – 95.

Kebetulan, saat itu musim panas di bulan Juli 1991 yang layak disebut sebagai periode paling indah dalam kehidupan Rob dan Renee. Mereka baru saja menikah, berjuang membangun rumah tangga yang kecil dan bahagia, memelihara seekor anjing yang dikasih nama Duane (diambil dari nama gitaris The Allman Brothers), makin rajin menonton konser musik, hingga bersama-sama memutuskan satu band favorit mereka sepanjang masa.

“Meanwhile, we couldn’t believe how exciting it was to be together, a pair of young Americruisers on a roll,” tulis Rob di halaman 90. “We’d lived for just twenty-five years; we weren’t planning to die for fifty more. We danced and drank and went to rock shows. Our lives were just beginning, our favorite moment was right now, our favorite songs were unwritten.”

Konon, pada bulan Juli 1991, Rob dan Renee suka mendengarkan lagu-lagu ini;

Morrissey – That’s Entertainment

Aslinya ini lagu klasik milik The Jam. Namun, Morrissey nailed it. Sebuah kover yang brilian.

Unrest – Yes, She Is My Skinhead Girl / Sex Machine

Saya curiga, kedua lagu ini kerap diputar Rob dan Renee pada malam-malam pertama pernikahan mereka. Maklum, pengantin baru.

The Dead C – Scarey Nest / Phantom Power

Entah di mana Rob dan Renee menemukan trio noise rock asal Selandia Baru ini. Rumah tangga mereka pasti sangat fuzzy sekali. Sonic Youth belum cukup?!

Love Child – Know It’s Alright

Killer scruffy pop!

Pavement – Angel Carves Blues / Mellow Jazz Docent

Ketika menonton konser Pavement untuk pertama kalinya, Rob mengenangnya dengan sangat baik. “There were five or six of them up there, some banging on guitars, some just clapping their hands or singing along. They did not stare at the floor. They were there to make some noise and have some fun. They had fuzz and feedback and unironically beautiful sha-la-la melodies…”

Sonic Youth – Personality Crisis

Rob dan Renee tampaknya punya antusiasme tersendiri pada lagu versi kover. Termasuk lagu yang aslinya dinyanyikan The New York Dolls ini.

Nirvana – Sliver

“In the summer of 1991, the world was teeming with hot young guitar bands. We didn’t know ‘Smells Like Teen Spirit” was on the way in a few months. We just knew that after a few years of rock bands sounding smug and doddering, there was something new in the air. We played Nirvana’s ‘Sliver’ single a lot. They did not sound like a band that was getting ready to challenge the world. Truth be told, they sounded kind of like the Lemonheads. But that was fine. This was the music we’d fallen in love to, the music that brought us together, and now there was more of it around than ever,” tulis Rob pada bukunya, di halaman 92.

Teenage Fanclub – Everything Flows

Salah satu lagu paling populer milik Teenage Fanclub. Tetangga Rob dan Renee tidak akan terlalu menggerutu kalau diputarkan lagu ini. Mungkin.

Pavement – Debris Slide

Seorang kawan bernama Joe yang tinggal di New York pernah mengirimi Rob dan Renee sekeping kaset Pavement album Slanted and Enchanted. Tidak butuh waktu lama, kaset itu langsung mereka putuskan sebagai “our favorite tape of all time.” Tidak hanya itu, Rob bahkan berani sesumbar, “This was the greatest band ever, obviously. And they didn’t live twenty years ago, or ten years ago, or five years ago. They were right now. They were ours.”

Superchunk – Cool

Musiknya tidak terlalu adem bagi pasangan muda. Mungkin lebih pas diputar ketika pagi hari, saat mereka mau berangkat bekerja.

Unrest – Cherry Cherry

“Terus saja muter Unrest, Rob!”

Royal Trux – Lick My Boots

Band ini yang ditonton Rob dan Renee pada konser Pavement, 29 Agustus 1991. “They were great, like a scuzz-rock Katrina and the Waves,” menurut Rob. “The peroxide girl in the football jersey jumped around and screamed while the boy with the scary home-cut bangs played his guitar and tried to stay out of her way. She threw a cymbal at him. We wanted to take them home for a bath, a hot meal, and a blood change.”

Teenage Fanclub – Everybody’s Fool / God Knows It’s True

“Terus saja muter Teenage Fanclub, Renee!”

The Perfect Disaster – Takin’ Over

Rob dan Renee kadang suka mengintip musik rock alternatif asal Inggris. Seperti band ini, yang musiknya segaris dengan The Jesus and Mary Chain.

Yo La Tengo – Yellow Sarong / The Summer / Oklahoma, USA / Ecstasy Blues

Kalau Rob sampai memasukkan empat lagu sekaligus ke dalam mixtape-nya, berarti band ini memang layak mendapat perhatian khusus. Beberapa malam saya juga kerap memutar Yo La Tengo, dan mulai suka sama musiknya.

Superchunk – Slack Motherfucker

Lagu yang optimis dan penuh taji. Noise pop at its best.

Urge Overkill – The Candidate

Kocokan irama rock alternatif paling aman dalam daftar lagu ini, so far.

Blake Babies – I’m Not Your Mother / I’ll Take Anything / Gimme Some Mirth

Saya duga ini pasti band kesukaan Renee. Sebab hanya perempuan yang paling bisa paham musik dan lirik Blake Babies.

The Pooh Sticks – Young People / The Rhythm of Love

Mungkin ini lagu pesta bagi pasangan Rob dan Renee. Sembari bergoyang dan sedikit mabuk. Maklum, masih muda dan penuh gairah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.