Tonton Video Psikedelia TUHKASTURA!

Duo psychedelic rock asal Ponorogo, TUHKASTURA, merilis video musik keren bertajuk "Exist In Harmony At The Center Of The Universe". Asli bagus banget ini musik dan videonya.

0
8

GeMusik – Belum lama terbentuk, TUHKASTURA langsung mengawali kiprahnya dengan merilis single dalam format video musik bertitel “Exist In Harmony At The Center Of The Universe”.

TUHKASTURA digawangi oleh dua orang yang masing-masing mempunyai latar belakang jenis musik yang syarat akan distorsi dan tempo kencang, Amir yang tergabung di unit garage-rock Howlerness dan Fajar yang masih aktif bersama band death metal, Imperforata. Amir dan Fajar mencoba mengeksplorasi sisi lain dari sudut-sudut kreatifitas mereka.

Foto dok. TUHKASTURA.

Ini merupakan satu karya sebagai permulaan mereka berdua untuk mengawali perjalanan, dan sedikit menggambarkan seperti apa warna musik TUHKASTURA.

“Bukan bermaksud menggeneralisasi entah se-psychedelic apa karya kami, itu hanya sekedar sebutan bagi kami dan tentunya tidak begitu kami pedulikan. Di sini kami hanya ingin memasukkan beragam instrumen, unsur noise, dan suara-suara apapun itu yang menurut kami relevan, walaupun bagi sebagian orang terdengar aneh,” tukas Amir.

Mengenai korelasi antara judul lagu, konsep video musik, maksud, dan suasana dalam lagu hingga tanggal perilisan, menurut mereka saling ada keterkaitan:

“Kalau untuk hubungan antara itu semua, monggo teman-teman simak dan coba tebak sendiri. Sudah kami rilis via YouTube. Intinya kami memilih tanggal 28 November karena bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia. Selain itu 5 spot di 5 lokasi berbeda selama proses pengambilan gambar ada satu kesamaan di antara kelimanya, yaitu kami memilih ketinggian dengan suasana alam yang masih bagus dan asri yang semuanya masih terletak di satu kota, Ponorogo. Satu hal lagi, intinya jangan sampai lupa, marilah kita jaga selalu keseimbangan, termasuk keseimbangan alam tentunya,” sahut Fajar.

Foto dok. TUHKASTURA.

Video berdurasi 5 menit 17 detik tersebut secara konsep ditentukan oleh Amir, sedangkan pemilihan latar tempat dipilih oleh Fajar. Kelima lokasi itu antara lain Wisata Tanah Goyang (Pudak), Hutan Kayu Putih (Sukun), Telaga Ngebel, Bukit Paralayang Tatung (Balong), dan Gunung Gajah (Sambit).

Dalam proses syuting dan penyuntingan, mereka bekerjasama dengan tim Distorsi Visual yang notabene merupakan sekumpulan pengarsip visual pergerakan skena musik di Ponorogo. Selain itu mereka juga dibantu oleh beberapa sejawat seperti Galih Atmo, Egit Yuliyanto, Lukman A, Anggient Y, Arga Kurnia, M. Zaniqi, Buggi, Tama Nursyamsi, serta Gigih Kurnia.

Single yang direkam di Pro Studio Ponorogo ini merupakan awal dari rencana mereka untuk segera menyelesaikan semua materi demi melengkapi debut album studio mereka yang apabila tidak ada halangan, akan rampung di pertengahan tahun 2019. (*)

Foto dok. TUHKASTURA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.