GeMusik – Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), W Djuwita S Ramelan, melayangkan surat protes kepada Pemerintah dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Bako, agar rencana penggunaan pelataran Candi Prambanan untuk lokasi JogjaROCKarta International Rock Music Festival 2017 dibatalkan. Dasar pertimbangannya, kompleks Candi Prambanan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia melalui World Heritage Commite 15 th Session of the Commite (CONF 002). Upaya perlindungan ini dikeluarkan pada 12 Desember 1991 melalui keputusan nomor Sc-91 CONF 002/15.

Pemindahan lokasi panggung ini dibenarkan oleh Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication, sebagai pihak penyelenggara. Artinya, mereka hanya memiliki waktu malam ini sampai besok untuk mendirikan panggung baru, termasuk pemasangan instalasi listrik, sound system dan sound chek para penampil yang terdiri dari Dream Theater, God Bless, Kelompok Penerbang Roket, Roxx, Death Vormith, Pas Band, Burkerkill dan Something Wrong.

Tidak seperti pertunjukan musik pada umumnya, pemilihan lokasi pelataran Candi Prambanan untuk JogjaROCKarta International Rock Music Festival 2017 memang cukup dilematis. Eskotisme Prambanan merupakan promosi bagus untuk sektor pariwisata di mata internasional. Untuk, menurut Anas, pihak management Dream Theater telah merancang desain panggung khusus. Namun pada saat bersamaan, tingkat kebisingan tertentu yang ditimbulkan sound system berpotensi merusak struktur candi.

“Jadi kami hanya diijinkan mengeluarkan tingkat kebisingan maksimal 90 dB, ya kami dan management Dream Theater bersedia mengikuti aturan,” ujar Anas pada saat jumpa pers di Hardock Cafe Jakarta.“

Akan tetapi dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh pihak IAAI tadi, ambang batas yang telah ditentukan adalah 60 dB. Sebagai contoh, tim mereka telah mengkaji bahwa tingkat getaran yang ditimbulkan oleh konser Prambanan Jazz Festival 20-21 Agustus 2017 adalah 0,04 mm/detik, sementara ambang batas untuk bangunan kuno bersejarah itu sebesar 2 mm/detik saja sudah bepotensi merusak struktur ikatan batu candi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.