Write The Future Rayakan Setahun Album Changing Pace

Band pop punk asal Malang ini baru rilis musik video yang menggambarkan keresahan masa transisi remaja di usia seperempat abad. Ya, krisis 25 tahun mungkin tidak mudah.

0
100
personil write the future
Write The Future - Foto Dok. WTF.

GeMusik News – Waktu terus berjalan, begitu pula dengan kehidupan. Setiap manusia pasti pernah mengalami titik di mana mereka bertemu dengan yang namanya masa transisi. Apalagi ketika usia menginjak seperempat abad – usia di mana para remaja dirasa harus memantapkan jalan hidup mereka.

Biasanya, pribadi remaja di usia duapuluh lima sudah tak lagi sama dengan tiga atau lima tahun sebelumnya. Perubahan itu memang kerap disebabkan karena kebimbangan dalam menentukan pilihan hidup. Sebagian lagi karena terpengaruh lingkungan.

Anehnya, pengambilan keputusan yang harusnya berada di tangan kita malah kerap terdistraksi oleh lingkungan sekitar yang paling dekat. Termasuk keluarga, kekasih, atau teman-teman dekat. Pilihannya hanya dua; bertahan atau tinggalkan.

Pernahkah anda merasakan fase yang sedemikian rumitnya?!

Jika pernah, berarti itu tandanya anda (musti) sepakat dengan singel dari Write The Future. Judulnya “Changing Pace”.

Tepat setahun silam, 29 Januari 2017, band pop-punk asal kota Malang, Write The Future, melahirkan debut album mereka yang dikasih tajuk Changing Pace. Demi merayakan setahun perilisan debut album tersebut, Dandy (vokal), Risang (gitar), Dimas (gitar), Yoga (bass) dan Agung (drum) merilis video musik untuk lagu “Changing Pace”.

Changing Pace memuat 10 lagu yang membuktikan kedewasaan musikalitas dari Write The Future. Namun di luar itu, ada hal yang tidak bisa mereka ubah. Yakni masa transisi seperti remaja pada umumnya ketika menginjakkan kaki di usia seperempat abad. Lewat album dan lagu “Changing Pace” inilah Write The Future menyuarakan keresahannya.

Apakah kami harus berubah atau mengikuti arus seperti yang banyak orang lain lakukan untuk menentukan pilihan?” ungkap Write The Future melalui siaran pers-nya. “Karena setiap individu memiliki porsi dan cara masing-masing untuk mencapai tujuan.”

Video klip garapan Dandy Gilang selaku director dengan bantuan kawan bernama Yudo Kaufman pada kameramen itu seolah coba mengutarakan emosi yang terkandung pada lirik seperti: “Should i do the same thing / Running, rushing / Running, rushing, changing…”

Meski tanpa ada plot cerita yang jelas dan hanya diperankan oleh seluruh personil, tapi emosi yang ingin disampaikan oleh Write The Future melalui video klip itu terasa kuat dan cukup mewakili.

Sejak melahirkan album Changing Pace, personil Write The Future memang tampak seperti apa yang digambarkan pada lagu tersebut. Seperti kumpulan remaja yang ingin terus berlari mengejar impian namun kadang dipaksa menghela nafas dan berhenti di persimpangan.

Setelah melepas video “Changing Pace”, kabarnya Write The Future akan segera mewujudkan beberapa rencana mereka selanjutnya.

Sebenarnya beberapa rencana sudah kami persiapkan sejak Changing Pace dilahirkan, tapi karena satu dan lain hal kami terpaksa harus menundanya,” terang Risang singkat. “Tahun ini kami akan berusaha mewujudkan semua rencana-rencana itu…” (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.