Zoo Menantang Peradaban Lewat Khawagaka

Unit rock eksperimental asal Yogya, Zoo, merilis album baru dengan konsep budaya yang kuat pada momen pergantian tahun kemarin.

0
17
Foto dok. Zoo / Yes No Wave.

GeMusik – Unit rock eksperimental asal Yogya, Zoo, merilis album baru bertajuk Khawagaka di momen pergantian tahun kemarin. Seperti biasa, Zoo selalu bikin karya dengan konsep yang keren dan kuat.

Tanggal rilis album Khawagaka ini sangat unik. Yaitu dilepas pada tanggal 1 Januari 2019 pada pukul 00.00 Waktu di Kepulauan Line, Republik Kiribati (UTC+14), saat semua tempat di Bumi selain zona tersebut masih berada di tahun 2018. Penentuan ini merujuk pada visi dan milestone Peradaban Samasthamarta, sebuah konsep proyek seni jangka panjang dari Zoo.

Di Indonesia, album tersebut dirilis sekitar pukul tujuh malam WIB pada tanggal 31 Desember 2018 – tepat ketika orang-orang sedang bersiap menyambut pesta tahun baru. Album Khawagaka bisa didengarkan atau diunduh bebas melalui situs YesNoWave.

Menurut pengantar yang ditulis Rully Shabara di situs YesNoWave, Khawagaka adalah enam ajaran dasar dalam peradaban Samasthamarta, yang terbagi menjadi 17 ayat – serta mencakup berbagai konsep yang melandasi sistem kepercayaan; mulai dari penciptaan, keyakinan, perintah-larangan, sejarah, panduan, hingga ramalan.

Manuskrip asli Khawagaka berbentuk puluhan lembar kertas primitif yang terbuat dari daun lontar dan tinta alami. Aksara yang digunakan pada manuskrip tersebut dinamakan Zugrafi, dengan bahasa tutur yang dinamakan Zufrasi.

Terjemahan bahasa Indonesia versi pertama dari manuskrip ini tersedia dalam bentuk kitab, lengkap dengan terjemahan bahasa Inggris serta panduan sederhana akan tata bahasa dan rumusnya.

Bahasa Zufrasi dan aksara Zugrafi bisa dipelajari melalui lokakarya atau dipelajari secara mandiri dengan merujuk pada kamus online yang tersedia di www.khawagaka.com

Penemuan manuskrip Khawagaka ini menandai awal baru bagi kelompok musik Zoo dalam penciptaan album-album selanjutnya. sekaligus menutup babak peradaban prasejarah yang telah dibangun sebelumnya melalui album Trilogi Peradaban (2009), Prasasti (2012), dan Samasthamarta (2015).

Foto dok. Zoo / YesNoWave

Terjemahan pertama manuskrip Khawagaka dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, yang disertai tulisan asli dalam aksara Zugrafi terkini, cara baca, dan gramatika dasar bahasa Zufrasi sudah tersedia seharga Rp.100.000,-. Bersampul semi kulit, emboss logo warna emas, dan tali pengikat kitab beserta pendulum logam yang bisa dijadikan gelang. Untuk pemesanan sila kunjungi akun resmi Zoo di Instagram @Samasthamarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.