Festival musik bergengsi I-Days edisi 2025 resmi berakhir dengan total 250 ribu penonton yang memadati Milan sejak bulan Juni. Acara tahun ini sukses menghadirkan deretan artis papan atas dunia seperti Justin Timberlake, Dua Lipa, Linkin Park, Duran Duran, dan Olivia Rodrigo, yang ditutup dengan penampilan memukau dari Post Malone pada malam terakhir.
Kesuksesan dan Rekor Penonton
Corrado Rizzotto, CEO Live Nation 6 sekaligus direktur artistik I-Days Milano Coca-Cola, menyatakan kepuasannya atas pencapaian tahun ini. “Hampir semua headliner tahun ini, kecuali Duran Duran, menjadikan I-Days sebagai satu-satunya panggung mereka di Italia dalam rangkaian tur mereka. Lebih dari itu, banyak di antara mereka yang mencetak rekor penjualan tiket pribadi di sini,” jelas Rizzotto.
Kesuksesan festival ini juga tercermin dari data demografi penonton. “Lebih dari 60% penonton datang dari luar wilayah Lombardia, dan kami mencatat ada sekitar 30.000 penonton internasional yang sengaja datang ke Milan untuk I-Days. Ini adalah bukti bahwa fasilitas dan daya tarik kota Milan menjadi nilai tambah yang signifikan,” tambahnya.
Secara rinci, konser Dua Lipa di Ippodromo La Maura menarik 70.000 penonton, sementara Linkin Park memecahkan rekor dengan 78.500 penonton di lokasi yang sama. Di Ippodromo San Siro, Justin Timberlake disaksikan oleh 30.000 orang, Duran Duran 20.000, Olivia Rodrigo 27.000, dan Post Malone menutup rangkaian festival dengan 25.000 penonton.
Post Malone dan Pesona Raja Crossover
Penampilan Post Malone menjadi sorotan utama. Setelah merilis album bernuansa country “F-1 Trillion” pada tahun 2024, banyak yang bertanya-tanya bagaimana genre ini akan diterima oleh publik Italia. Namun, kehadiran 25.000 penonton yang memadati arena menjadi jawaban telak: status bintang Austin Richard Post, nama asli Post Malone, mampu melampaui batasan genre. Penggemar setia mengikutinya, entah itu saat ia membawakan lagu rap dari awal kariernya, hits pop yang mendunia, maupun eksplorasinya dalam musik Nashville.
Suasana country begitu kental terasa sepanjang pertunjukan. Banyak penonton yang mengenakan topi koboi, sementara di atas panggung, alunan biola dan steel guitar dari band pengiring yang luar biasa (terdiri dari tujuh musisi dan dua penyanyi latar) berpadu dengan latar visual Monument Valley dan papan nama khas bar saloon. Posty, sapaan akrabnya, naik ke panggung dengan gaya khasnya: sebatang rokok dan segelas bir di tangan, kemeja bergaris, senyum lebar yang memperlihatkan gigi peraknya, serta tubuh yang dipenuhi tato.
Pesan Inspiratif dan Penutupan yang Intim
Di balik penampilannya yang terkesan sangar, Post Malone menunjukkan sisi yang sangat hangat dan rendah hati. Sepanjang konser, ia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya. Seperti yang pernah diungkapkan Taylor Swift setelah berkolaborasi dengannya, “Dia sangat sopan, butuh waktu berbulan-bulan baginya untuk berhenti memanggil saya ‘madam’.”
Di Milan, Posty membagikan pesan inspiratif. “Banyak sekali yang bilang saya hanya akan menjadi one-hit wonder dan tidak akan sukses. Setiap kali mendengarnya, saya hampir percaya. Namun, berkat kalian semua, saya punya keberanian untuk mengejar mimpi. Saya harap kalian semua juga melakukannya, karena tidak ada seorang pun di alam semesta ini yang bisa menghentikan kalian. Hiduplah sesuka kalian,” ujarnya yang disambut riuh tepuk tangan.
Selama satu setengah jam, Post Malone membawa penonton dalam sebuah perjalanan musik yang memukau, menampilkan hits seperti “Circles”, “Rockstar”, dan “I Had Some Help” dengan aransemen yang tetap kental dengan nuansa country. Konser yang diwarnai efek piroteknik dan semburan api ini ditutup dengan cara yang sangat personal. Sang raja tato turun dari panggung untuk berada di tengah kerumunan, melayani permintaan foto, tanda tangan, dan menyapa penggemar selama lebih dari lima menit, menciptakan sebuah momen yang terasa seperti pelukan tanpa akhir.
Komitmen Lingkungan dan Rencana ke Depan
Seperti tahun-tahun sebelumnya, I-Days 2025 juga menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan. Berbagai inisiatif diterapkan untuk mengurangi dampak ekologis, seperti penggunaan teknologi ramah lingkungan dari Alayan, pemasangan panel surya yang membuat acara hampir sepenuhnya mandiri secara energi dengan emisi mendekati nol, serta program I-Recycle untuk memfasilitasi pemilahan sampah dan daur ulang.