Lagu “Debu Debu Jalanan” merupakan salah satu karya paling dikenal dari penyanyi dangdut legendaris Indonesia, Imam S. Arifin. Dirilis pada tahun 2009 sebagai bagian dari album bertajuk Semarak Dangdut Imam S Arifin, lagu ini masih dikenang hingga kini karena liriknya yang menyentuh dan penuh makna.
Imam S. Arifin dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan musik dangdut tanah air. Lewat lagu-lagunya, ia kerap menyuarakan kisah cinta yang rumit, penderitaan batin, hingga pengorbanan besar dalam hubungan asmara. “Debu Debu Jalanan” menjadi salah satu contoh nyata dari ciri khas tersebut.
Dalam lagu ini, Imam menggambarkan seseorang yang rela mengangkat pasangannya dari kehidupan yang sulit, yang diibaratkan sebagai “debu jalanan”. Dengan penuh cinta, ia mempercantik pasangannya, memberikan kehidupan yang lebih baik, dan bahkan menjadikannya sebagai “permaisuri dalam hidupnya”. Semua pengorbanan itu ia lakukan demi cinta, meski tanpa restu dari orang tuanya.
Namun kisah cinta ini berakhir tragis. Perempuan yang dicintainya justru pergi meninggalkannya demi pria lain. Lirik lagu ini menggambarkan kekecewaan dan rasa sakit yang mendalam, ketika kebaikan dibalas dengan pengkhianatan. Imam menyuarakan betapa besar rasa pengorbanannya — dari harta, cinta, hingga raga — yang ternyata tak dihargai.
Bagian paling menyentuh dari lagu ini adalah ketika Imam menyatakan bahwa ia telah “menanamkan kesucian” dalam hubungan itu, namun yang ia terima hanyalah “kepahitan”. Ia merasa telah mengangkat kekasihnya dari “lumpur hitam”, namun akhirnya kembali harus menghadapi kegelapan yang sama.
Lagu ini bukan sekadar cerita patah hati. Lebih dari itu, “Debu Debu Jalanan” menjadi simbol dari cinta tanpa pamrih yang tak selalu mendapat balasan setimpal. Banyak pendengar yang merasa terhubung dengan lirik lagu ini karena mencerminkan pengalaman pribadi mereka dalam menjalani hubungan yang penuh liku.
Dengan aransemen musik dangdut klasik yang kuat, vokal khas Imam S. Arifin, dan lirik yang sarat emosi, lagu ini berhasil menempati tempat istimewa di hati para pecinta musik Indonesia. Tak heran jika hingga kini, “Debu Debu Jalanan” masih sering diputar, baik di acara musik dangdut, stasiun radio, maupun media digital.
Imam S. Arifin lewat lagu ini sekali lagi menunjukkan keahliannya dalam meramu kisah cinta menjadi karya musik yang menyentuh dan abadi. “Debu Debu Jalanan” adalah bukti bahwa lagu dangdut tak hanya sekadar hiburan, tapi juga sarana untuk menyampaikan kisah-kisah kehidupan yang penuh emosi dan pembelajaran.