Lindsey Buckingham dan Mick Fleetwood Bersatu Kembali di Studio Setelah Tujuh Tahun Berpisah

Setelah tujuh tahun penuh ketegangan sejak pemecatannya yang kontroversial dari Fleetwood Mac, Lindsey Buckingham akhirnya kembali duduk bersama Mick Fleetwood di studio rekaman, menandai momen emosional bagi para penggemar band legendaris ini.

Musisi berusia 75 tahun itu bergabung dalam sesi rekaman dengan Fleetwood, yang kini berusia 77 tahun dan sedang mengerjakan album solo terbarunya. Momen ini menjadi tonggak penting, mengingat hubungan profesional mereka sebelumnya sempat retak akibat konflik internal yang mengguncang band.

Produser rekaman, Rick Falk, mengungkapkan kebahagiaannya atas pertemuan kembali dua ikon musik tersebut. “Momen yang terasa agak tidak nyata — duduk bersama Lindsey Buckingham dan Mick Fleetwood, memutar album yang telah kami garap, dan melihat betapa tulusnya Lindsey bahagia untuk Mick yang akhirnya bisa mengerjakan album solonya sendiri. Lindsey bahkan menawarkan diri untuk bermain gitar dan bernyanyi di beberapa lagu. Tidak sabar menunggu album ini selesai,” tulisnya.

Kembalinya Buckingham ke studio bersama Fleetwood memberikan harapan akan adanya rekonsiliasi setelah masa lalu yang penuh ketegangan. Sebelumnya, dalam sebuah konser, Buckingham sempat mengungkapkan rasa kecewanya atas kepergiannya dari band yang telah ia dedikasikan selama lebih dari empat dekade.

“Saya dengan berat hati meninggalkan band saya selama 43 tahun, Fleetwood Mac. Keputusan itu bukan sepenuhnya berasal dari saya atau atas keinginan saya,” jelas Buckingham di hadapan para penggemar. “Ada faksi-faksi dalam band yang, menurut saya, telah kehilangan perspektif.”

Ia menambahkan bahwa konflik tersebut telah merusak warisan musik yang telah mereka bangun dengan susah payah. “Warisan itu seharusnya tentang bagaimana kita bangkit dari kesulitan demi mencapai kebenaran dan takdir yang lebih tinggi.”

Lindsey Buckingham pertama kali bergabung dengan Fleetwood Mac pada malam Tahun Baru 1974, bersama Stevie Nicks, yang saat itu adalah kekasihnya. Kehadiran pasangan ini membawa warna baru bagi band dan menandai era kejayaan Fleetwood Mac dengan album-album ikonik seperti Rumours dan Tusk.

Meski perpecahan mereka pada 2018 sempat menciptakan jarak yang besar, pertemuan di studio ini menunjukkan bahwa semangat kolaborasi dan cinta terhadap musik tetap menjadi kekuatan pemersatu. Para penggemar tentu berharap bahwa ini bukan hanya reuni sesaat, melainkan awal dari babak baru dalam perjalanan dua tokoh penting dalam sejarah musik rock dunia.